Miss Grand International 2017, Maria Jose Lora Berbagi Cerita

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Selasa, 30/01/2018 12:17 WIB
Miss Grand International 2017, Maria Jose Lora Berbagi Cerita Berkunjung ke Indonesia untuk kali pertama, Maria Jose Lora berbagi cerita dan mengungkap rahasia di balik aktivitasnya sebagai Miss Grand International 2017. (Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pertama kalinya menginjakkan kaki di Indonesia, Maria Jose Lora, Miss Grand International 2017 menebar senyum. Kunjungannya ini menjadi salah satu aktivitasnya sejak mengenakan mahkota dan selempang MGI pada November 2017 silam.

Ia bercerita bahwa sebelum ke Indonesia ia telah mengunjungi China untuk melakukan kegiatan sosial serta penyematan gelar Miss Grand China 2018. Berikutnya, setelah kunjungan ke Indonesia, sederet kegiatan telah menantinya, mulai dari acara penyambutan dirinya di Peru, negara asalnya serta malam final Miss Grand Peru 2018. 

“Setelah itu kami akan ke Venezuela, negara dengan kasus kekerasan cukup banyak. Kami akan ke sana, memberikan harapan, inspirasi bagi orang-orang, juga menemui Runner Up 1 (Miss Grand International 2017, Tulia Alemán Ferrer),” ujarnya bercerita saat ditemui di gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Senin (29/1).



Selain kunjungan untuk promosi MGI, kunjungan Maria Jose Lora ke Jakarta kali ini juga untuk mengenalkan gelaran 'Miss Grand Indonesia' yang akan digelar perdana tahun ini, dan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata. 

Di sela-sela kunjungannya, Maria mengaku belajar banyak hal dari tugas-tugas yang ia jalani sebagai Miss Grand International 2017. Maria berkata, ia belajar bagaimana menghubungkan diri dengan orang-orang yang ia temui beserta budaya mereka. Ia juga belajar untuk jadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya perempuan-perempuan di seluruh dunia.

“Saya melihat banyak perempuan takut melakukan sesuatu demi meraih mimpi mereka. Saya meninggalkan segala sesuatu termasuk karier modelling di sebuah agensi Los Angeles, saya meninggalkan semuanya demi meraih ini. Jadi jika kamu bekerja keras dan fokus, kamu bisa mewujudkan mimpimu,” ujarnya.

Maria tak lupa memberikan pesan bagi perempuan-perempuan Indonesia untuk selalau mempersiapkan diri akan segala hal yang mungkin terjadi dalam hidup. Ia mengingatkan untuk selalu memiliki pemikiran positif bahwa akan datang sesuatu yang lebih baik.

“Nikmati setiap momen dan bersyukur untuk segala sesuatu yang dimiliki. Kadang kita tidak punya banyak hal tapi kita perlu bersyukur untuk hal baik yang akan datang. Ini fakta, ini cara saya hidup. Segala sesuatu yang baik datng karena saya bersyukur untuk apa yang saya miliki sekarang,” lanjutnya.


Menyukai olahraga

Seorang ‘puteri’ atau pemenang kontes kecantikan kerap digambarkan sebagai gadis yang anggun. Namun, siapa sangka, pemilik tinggi 180 centimeter ini menyukai olahraga bela diri, terutama Muaythai, atau Thai boxing.

“Saat saya punya waktu luang, saya suka berolahraga, saya suka Muaythai. Saya enggak suka di rumah saja, saya itu sangat aktif. Jadi saya di Thailand suka main ke pantai dan itu enggak jauh dari Bangkok,” ujarnya. 

Rutin berolahraga membuat tubuhnya fit untuk berbagai kegiatan bersama Miss Grand International Organization.

[Gambas:Instagram]

Sementara itu, saat diminta menggambarkan sosok dirinya, ia menjawab bahwa ia adalah orang yang menyenangkan, pemberani dan selalu bersyukur. Maria mengaku tak takut ambil risiko demi mewujudkan keinginannya.

Ia pun merasa, gelaran Miss Grand International cocok dengan kepribadiannya. Menurut dia, Nawat Itsaragrisil, Presiden Miss Grand International Organization, adalah orang dengan kepribadian yang kuat. Ia mengajarkan Maria untuk menjadi perempuan yang mandiri.


Kunjungan Maria Jose Lora ke Indonesia juga berkaitan dengan mengenalkan gelaran kontes pencarian 'Miss Grand Indonesia'. Ajang ini akan mencari wakil Indonesia untuk berlaga di MGI. Sebelumnya, wakil Indonesia berasal dari salah satu pemenang Puteri Indonesia yang digelar Yayasan Puteri Indonesia.

Mulai tahun ini, Yayasan Dharma Gantari ditunjuk menjadi penyelenggara resmi sekaligus pemegang lisensi gelaran. Kesempatan ini tentu bisa dimanfaatkan oleh perempuan-perempuan Indonesia untuk berlaga di ajang internasional.

Harapannya, kata Maria, ke depan bakal ada penerus Ariska Putri Pertiwi, Miss Grand International 2016 juga Dea Goesti Rizkita, wakil Indonesia di ajang serupa pada 2017 lalu. Menurutnya, Ariska dan Dea adalah pribadi yang kuat dan Indonesia adalah negara yang selalu menawarkan pageant-pageant hebat.

“Dunia kini memerlukan perempuan yang adaptif dengan perubahan. Saya yakin Indonesia bisa menjawab hal ini. Saya pikir Indonesia bakal punya banyak mahkota di masa depan, Peru juga,” tutupnya disusul tawa.
(rah/rah)