Mengenal Virus TORCH yang Menyerang Anak di Ponorogo

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Sabtu, 03/02/2018 19:12 WIB
Mengenal Virus TORCH yang Menyerang Anak di Ponorogo Ilustrasi vaksin untuk TORCH. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Video seorang anak yang terjangkit virus TORCH di Ponorogo, Jawa Timur viral di media sosial. Anak laki-laki bernama Bachtiar Ridho itu terlihat kejang-kejang.

Hasil pemeriksaan laboratorium menujukkan Ridho yang berusia 13 tahun positif terinfeksi virus TORCH.

[Gambas:Instagram]


TORCH merupakan singkatan dari Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV) dan Herpes simplex virus. Gabungan virus ini biasanya menyerang ibu hamil dan bayi yang di dalam kandungan.

Penyebaran virus TORCH berasal dari hewan yang ada di lingkungan seperti ayam, kucing, burung, tikus, merpati, kambing, sapi, anjing, dan lainnya.

Penyebaran virus Toxoplasma dapat terjadi melalui kotoran kucing dan makanan setengah matang. Ibu hamil yang terserang Toxoplasma akan menularkan virus itu ke bayinya sehingga bayi bisa mengalami cacat, epilepsi atau autisme.

Sedangkan Rubella yang menyerang ibu hamil dapat membuat anak mengalami kebutaan, kerusakan pada otak, bibir sumbing, atau sulit bicara.

Sementara CMV dapat membuat ibu hamil mengalami keguguran atau bayi yang dikandungnya mengalami cacat seperti pembesaran atau pengecilan kepala, tulang bengkok, dan sebagainya.

Adapun Herpes ditandai dengan munculnya bintik pada tubuh atau alat kelamin dan bayi mengalami cacat fisik.

Walau bahaya, TORCH bisa dicegah dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan baik untuk janin. Pasalnya, tubuh dan nutrisi yang sehat bisa melawat virus TORCH pada tubuh.

Layanan kesehatan Web MD, juga menyarankan agar calon ibu memeriksakan kondisi tubuh sebelum merencanakan kehamilan. Vaksinasi penyakit TORCH juga sudah tersedia di layanan kesehatan.

Selama masa kehamilan, ibu hamil dianjurkan untuk memeriksakan kandungan secara rutin agar kondisi ibu dan janin terpantau.

(vws)