Enam Titik 'Selfie' di Desa Mangunan Bantul Rawan Longsor

ANTARA, CNN Indonesia | Rabu, 07/02/2018 14:15 WIB
Enam Titik 'Selfie' di Desa Mangunan Bantul Rawan Longsor Turis selfie di kawasan wisata Bukit Mojo Dlingo, Bantul, Yogyakarta. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jika dilihat dari tempat tinggi, kumpulan awan yang mengambang nampak seperti ombak. Oleh karena itu, banyak turis yang rela mendaki gunung atau bukit saat matahari terbit atau terbenam untuk mendapat foto selfie dengan pemandangan bak lukisan itu.

Di kawasan perbukitan Desa Mangunan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ada enam titik selfie dengan pemandangan 'ombak awan'.

Namun, enam titik selfie di sana kini masuk dalam daftar rawan bahaya, karena berada di atas tebing dan jurang yang rawan longsor.


Keenam titik selfie itu ialah; Watu Goyang, Jurang Tembelan, Bukit Panguk, Watulawang, Hutan Pinussari dan Kebun Buah Mangunan.

Mengetahui potensi sejumlah objek wisata itu sangat besar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mengatakan kalau objek wisata tersebut tak perlu ditutup.

"Kami tidak akan menutup wisata yang rawan itu, tetapi kami mengupayakan pengurangan risiko bencananya," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto di Bantul, seperti yang dilansir dari Antara.

Menurut Dwi, di Kecamatan Dlingo khususnya Desa Mangunan, objek wisata itu menjadi rawan jika tak disertai dengan pengaman yang kuat, terutama saat dikunjungi pada musim hujan.

Ia lanjut mengatakan, yang perlu dilakukan pengelola adalah penyesuaian tata ruang yang sudah digambarkan dalam Perda Tata Ruang Wilayah.

[Gambas:Instagram]

"Tata Ruangnya 'kan sudah dibuat dan sudah ada kajiannya. Semua pengelola sudah kami undang supaya paham tata ruangnya seperti apa, juga dari faktor risikonya. Kalau itu dijalankan saya yakin akan berkembang lebih baik lagi dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada pengunjung," ujar Dwi.

Selain itu, kata Dwi, di objek wisata itu perlu dilengkapi dengaan rambu-rambu tanda bahaya, termasuk jalur evakuasi jika terjadi kejadian yang tak diinginkan.

"Terkait dengan batas-batas pengaman bibir tebing itu juga harus betul betul dibuat permanen, dan betul-betul ada kajian juga dari dinas teknis, sehingga betul-betul kuat untuk melindungi pengunjungnya," kata Dwi.

[Gambas:Instagram]

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mangunan Widodo membenarkan kalau enam objek wisata di kawasannya berada di kawasan rawan bahaya.

"Sebenarnya semua sudah ada pagar pengamannya, tetapi kami selaku pokdarwis terus melakukan antisipasi dari hal-hal tidak diinginkan, dengan rutin melakukan pengecekan kondisinya bersama FPRB untuk memastikan kekuatannya," pungkas Widodo.

Selain 'ombak awan', ada Desa Mangunan Dlingo juga memiliki belasan objek wisata yang populer menjadi titik selfie bagi turis.

Kawasan Seribu Batu Bonggo Langit terkenal dengan pemandangan rumah mini dari ranting pohonnya yang menyerupai rumah Hobbit.

Bagi yang ingin berfoto dengan pemandangan lampu kota malam hari bisa datang ke kawasan Pinus Pengger.

Sedangkan untuk yang ingin selfie dengan pemandangan air terjun bisa datang ke kawasan Air Terjun Randusari.

Dari pusat kota Yogyakarta, Desa Mangunan Dlingo bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor selama sekitar 1 jam perjalanan.

(ard)