Mengenal Norovirus,Si 'Pembuat Ulah' di Olimpiade Pyeongchang

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Kamis, 08/02/2018 12:00 WIB
Mengenal Norovirus,Si 'Pembuat Ulah' di Olimpiade Pyeongchang ilustrasi: Jelang pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin, Pyeongchang, Korea Selatan justru diramaikan dengan serangan norovirus yang dialami oleh staf olimpiade. (AFP Photo/Yelim Lee)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa hari lalu menjelang digelarnya Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan, beberapa staf keamanan olimpiade justru jatuh sakit.

Dikutip dari NYTimes, sekitar 1.200 staf keamanan terpaksa dikarantina di ruangan untuk menunggu jadwal pemeriksaan. Media setempat, Yonhap melaporkan bahwa 41 staf positif terserang norovirus dan mengalami sakit perut serta diare.

Merebaknya norovirus tentu bakal jadi pekerjaan rumah tersendiri bagi panitia. Namun, saat konferensi pers pada Selasa (6/2), perwakilan PyeongChang Organizing Committee for the Olympic Games (POCOG) menuturkan bakal menutup kekurangan staf keamanan dengan 900 personel militer.



Lalu, apa sebenarnya 'si pembuat ulah' ini?

Dilansir dari Time, norovirus selalu jadi biang kerok wabah yang menyebar di kapal pesiar. Virus dapat menyebar lewat air atau makanan yang terkontaminasi atau dengan menyentuh benda yang permukaannya terdapat virus.

Virus mengakibatkan inflamasi pada perut dan sistem pencernaan sehingga menyebabkan diare, mual, dan muntah. Makanan paling mudah terkontaminasi virus termasuk kerang dan buah serta sayuran segar yang tidak dicuci atau dimasak sebelum disantap.

Norovirus mudah menyebar pada lokasi yang cenderung terisolasi seperti kapal pesiar, tempat penitipan anak, serta fasilitas tempat tinggal dalam gelaran cukup besar termasuk olimpiade.

Dalam gelaran olimpiade ini, setidaknya ada 3.000 atlet dari 92 negara, 80ribu turis, 17ribu sukarelawan, dan ribuan jurnalis dari seluruh dunia bakal meramaikan gelaran ini. Tentu ini menciptakan kondisi yang sempurna untuk virus menyebar.


Bagaimana cara mengobatinya?

Mengingat ini adalah virus, antibiotik buka jawaban untuk mengatasi norovirus. Tak ada antivirus yang spesifik mengatasi gejala yang timbul.

Selain antibiotik, mereka yang terkena norovirus harus mendapat asupan cairan yang cukup sebab diare dan muntah-muntah membuat tubuh dehidrasi. Selain itu, mengatasi sesuai gejala yang muncul hingga tubuh kembali membaik.

Sementara itu, POCOG menyebut Menteri Keamanan Obat dan Makanan dan Menteri Lingkungan telah mengecek sistem air yang digunakan untuk memasak makanan di fasilitas yang ada untuk menemukan penyebab tersebarnya norovirus, tapi hasilnya nihil.

Data menyebutkan bahwa ada 1.000 staf yang tinggal bersama dalam sebuah fasilitas olimpiade di Jinbu. Hanya saja dari 41 staf yang positif virus, 11 di antaranya tak tinggal di fasilitas tersebut. (chs/chs)