Inspirasi Black Panther di Tangan Enam Desainer Indonesia

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Jumat, 09/02/2018 10:05 WIB
Inspirasi Black Panther di Tangan Enam Desainer Indonesia Tanggal 14 Februari mungkin dinantikan oleh sebagian orang sebagai hari Valentine. Namun tahun ini tanggal 14 Februari juga diramaikan denggan kehadiran tokoh superhero Marvel, Black Panther. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tanggal 14 Februari mungkin dinantikan oleh sebagian orang sebagai hari Valentine. Namun tahun ini tanggal 14 Februari juga diramaikan denggan kehadiran tokoh superhero Marvel, Black Panther.

Black Panther ternyata tak cuma menginspirasi para pecinta tokoh superhero, tapi juga para desainer busana Indonesia.

Sambutan positif ini pun ingin diterjemahkan secara positif oleh pihak Disney Indonesia. Disney Indonesia pun menggandeng enam label lokal untuk berkreasi dengan inspirasi tokoh Black Panther maupun Kerajaan Wakanda, negeri asal T'Challa alias Black Panther.



Keenam label lokal antara lain Matahari Department Store, Populo, Jd.id, Monstore, Shop at Velvet dan Canvas Living.

"(Kami) melihat tokoh Black Panther cocok sekali berkolaborasi. Koleksi (diharapkan) masuk untuk segala usia demikian pula dengan merchandisenya," ujar Mochtar Sarman, Disney Consumer Product Director, Disney Indonesia saat konferensi pers di Fable, SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (7/2).

Koleksi keenam label pun dipamerkan satu per satu. Simple for all, mungkin ini yang ingin diusung Matahari Department Store. Enam look hadir dalam bentuk kaos maupun celana pendek. Semua menggunakan warna monokrom, sesuai dengan kostum tokoh superhero ini. Tulisan maupun gambar Black Panther hadir dalam print di atas kaos. Yang menarik, terdapat print mirip bekas cakaran di bagian pundak.


Tampil lebih berani dengan full print, label Monstore mengangkat nuansa Black Panther ke dalam tiga look. Koleksinya terbilang berani dengan atasan berpotongan loose dan model sleeveless cukup lebar baik untuk pria maupun wanita.

Tampil bersamaan, label sekaligus e-commerce Jd.id dan label aksesori Canvas Living saling melengkapi tampilan. Tak jauh berbeda dengan Matahari Department Store, ia menawarkan kaos dengan aneka printing berbau Black Panther. Canvas Living pun menawarkan tas termasuk tas jinjing dan pouch lumayan besar.

Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari

Beralih ke label Shop at Velvet, sekitar 7 look seolah menampilkan 'Wakanda's style'. Negeri asal T'Challa ini memang mengambil setting Afrika yang sudah maju. Tak heran, saat melihat koleksi Shop at Velvet mungkin penikmat fashion langsung merasakan 'African vibe'. Motif-motif tribal colorful yang tertuang pada top, jumpsuit, juga patch pada sleeveless top.

Sebagai gong peragaan busana, label Populo batik muncul dengan busana sarimbitan alias couple ala raja dan ratu. Dua pasang busana ini tampaknya terinspirasi dari busana ala raja dan ratu kerajaan Wakanda.

Gaun panjang 'sang ratu' memiliki kerah bak kipas yang cukup lebar, sedangkan pada dress panjang lain, terbilang bermain aman dengan warna putihnya.

Bila diperhatikan lebih dekat, pada long dress terdapat motif batik. Joseph Lim, direktur kreatif label Populo mengungkapkan bahwa dia menambahkan motif batik 'gunungan' di gaunnya. Motif ini merupakan simbol dari seorang raja Wakanda yang kuat dan mampu melindungi rakyatnya.

Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari

"Kami membuat batik dengan gaya baru. Motif di sini dibuat tak terlalu tampak. Batik sendiri sudah indah karena buatan tangan," kata Joseph saat ditemui di sela fashion show.

Pada busana pria, Populo menyematkan bahan kulit dan cotton drill sehingga membuat pemakainya terlihat 'macho'. Label ini mengeluarkan celana pendek, atasan tanpa lengan, serta jaket. (chs/chs)