New York Fashion Week Tak Akan Toleransi Pelecehan Seksual

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Senin, 05/02/2018 11:29 WIB
New York Fashion Week Tak Akan Toleransi Pelecehan Seksual ilustrasi NYFW (REUTERS/Brenna Weeks)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gelaran fesyen akbar New York Fashion Week (NYFW), Amerika Serikat bakal segera dimulai pekan ini (8/2).

Bersamaan dengan model serta desainer-desainer terkenal yang akan tampil di gelaran fesyen dunia ini, NYFW menyoroti berbagai kasus pelecehan seksual yang beberapa waktu belakangan.

Terkait hal tersebut dan juga adanya imbauan dari asosiasi desainer Amerika, NYFW tak akan menoleransi pelecehan seksual.



Council of Fashion Designers of America (CFDA) merilis pernyataan yang mengecam pelecehan seksual. CFDA mengaku bakal menjamin lingkungan kerja yang aman, bebas dari pelecehan seksual bagi model dan juga industri fesyen.

Berdasarkan informasi dari WWD, Ketua CFDA desainer Diane Von Furstenburg sudah mengirimkan e-mail kepada semua anggota CFDA untuk berdiskusi dan memastikan penyelenggaraan NFYW bebas dari pelecehan seksual.

"CFDA dengan tegas percaya bahwa setiap orang di industri ini layak mendapat hak untuk merasa aman dan dihormati," tulis Furstenburg dalam e-mailnya.

Furstenburg meminta anggota CFDA untuk memperketat pengawasan di area ruang ganti.

Dia juga mengingatkan bahwa semua kekerasan seksual atau tindakan seksual yang mengancam dan memaksa merupakan bentuk kriminal.

Furstenburg lalu mengakhiri e-mailnya dengan meminta setiap orang yang melihat atau menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual selama NFYW untuk melaporkannya kepada polisi dan juga Model Alliance.


Diberitakan Independent, isu pelecehan seksual di industri fesyen mulai terkuak saat model Cameron Russell mengungkap 80 tuduhan pelecehan seksual. Ditambah banyak model melaporkan dua fotografer kawakan Mario Testino dan Bruce Weber kerap melakukan pelecehan seksual terhadap para model.

New York Fashion Week 2018 bakal berlangsung pada 8-14 Februai mendatang. NFYW merupakan satu dari empat pekan mode terbesar di dunia, setara dengan Paris, London dan Milan.

Ajang ini memamerkan karya mode para perancang dari seluruh dunia, termasuk Vivi Zubedi dari Indonesia. (chs/chs)