Menikmati Estetika Pasar Ikan Numazu

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Minggu, 11/02/2018 15:56 WIB
Menikmati Estetika Pasar Ikan Numazu Pasar ikan Numazu menjadi penyuplai terbesar untuk Tokyo. Kemungkinan besar, sushi yang dimakan di sana berasal dari sini. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Numazu, CNN Indonesia -- Pasar ikan kerap kali identik dengan bau amis dan tempat yang tidak higienis. Namun, lain halnya dengan pasar ikan Numazu Fish Market yang terletak di kota Numazu, Perfektur Shizuoka, Jepang.

Terletak di kawasan Pelabuhan Numazu, denyut nadi aktivitas ekonomi pasar ini sudah mulai sejak pagi buta. Tidak hanya para pencari ikan segar, Numazu Fish Market juga membuka tur bagi wisatawan.

Saya dengan rombongan Japan Marriott Media Fam Trip berkesempatan mengunjungi Numazu Fish Market akhir pekan kemarin. Dalam kunjungan berdurasi satu setengah jam itu, rombongan dibawa berkeliling melihat aktivitas rutin di sana.


Rombongan menjejakan kaki di kawasan Pelabuhan Numazu sekitar pukul 5.30 pagi waktu setempat. Suhu udara dan hembusan angin di sana cukup menusuk badan jika tidak mengenakan jaket tebal.

Ditemani salah seorang staf, kami memulai tur di Numazu Fish Market dengan memasuki bangunan utama. Kesan pertama kali memasuki bangunan dua lantai yang menyerupai pabrik atau gudang itu, adalah bersih dan tidak ada bau amis menyengat dari ikan.

Para pengunjung yang mengikuti tur wajib mengenakan bot karet. Saat masuk, pengunjung akan disuguhi hamparan keranjang yang berisi aneka ikan segar dan sejenisnya di area seluas 7.697 meter persegi.

Ikan-ikan itu--mulai dari tuna, kepiting, sotong, salmon, didapat dari para nelayan lokal dari barat dan timur wilayah Izu. Sebanyak 160-200 spesies ikan dijual di Numazu Fish Market dengan beragam ukuran.

Dengan banyaknya jenis ikan yang dijual, Numazu Fish Market memiliki sistem penyimpanan dan ruangan khusus pendingin yang suhunya di bawah 0 derajat. Biasanya, ikan "berharga" seperti tuna yang disimpan di sana.

Untuk bisa membeli ikan di Numazu Fish Market, seorang pembeli harus memiliki lisensi dengan nomor di depan topi. Maka jika sedang berkunjung ke sana, Anda akan menemui banyak orang dengan topi dengan nomor di bagian depannya.

Menikmati Estetika Pasar Ikan NumazuSuasana tawar menawar ikan yang dijual. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)

Karena bagian dari kawasan terpadu Pelabuhan Numazu, pasar ikan ini juga memiliki sistem daur ulang untuk boks penyimpanan ikan yang terbuat dari sterofoam. Jadi, tidak ada limbah yang tidak terpakai.

Selain itu, di area sekitar Numazu Fish Market terdapat satu pintu air besar menyerupai gerbang yang berfungsi sebagai pencegah tsunami dan tempat evakuasi. Bangunan yang bernama Viewo itu memiliki ketinggian 30 meter.

Di atas pintu air, terdapat menara yang dapat digunakan para pengunjung untuk menikmati pemandangan gunung Fuji dan Suruga Bay dari ketinggian. Pintu air besar ini diklaim dapat melindungi sekitar 9.000 jiwa yang tinggal 50 hektar di sekitar kawasan Pelabuhan Numazu.

Konsep pelabuhan terpadu dengan pasar ikan yang bersih membuat Numazu Fish Market disebut sebagai penyuplai ikan terbesar dari Shizuoka ke wilayah Tokyo. Kemungkinan besar, sushi yang dimakan di sana juga bahannnya berasal dari sini.

Dipadukan dengan tur wisata, Numazu Fish Market dapat menjadi alternatif wisata ketika Anda berkunjung ke Jepang, khususnya wilayah Izu, Shizuoka.

Menikmati Estetika Pasar Ikan NumazuPasar ikan dengan bonus pemandangan cantik. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
(ard/ard)