Lewat pesan singkat yang ia bagikan, Sutopo berkata dirinya tetap bekerja seperti biasa sembari menjalani pengobatan dan terapi.
"Saya tetap beraktivitas biasa. Tetap ke kantor. Masih setia melayani rekan-rekan media dan masyarakat yang menanyakan bencana. Masih berobat dan terapi. Apa pun saran dokter saya jalani saja," katanya lewat pesan singkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:10 Kebiasaan Buruk Penyebab Kanker |
Kanker paru selama ini diketahui sebagai pembunuh utama di kelompok penyakit kanker. Angka harapan hidup mereka yang mengidap kanker paru adalah yang paling buruk di antara pasien penderita kanker lain.
Berdasarkan data profil mortalitas akibat kanker dari WHO pada 2014, Indonesia memiliki 35185 orang pengidap kanker paru, trakea dan bronkus, atau sekitar 21,8 persen.
Menurut Elisna Syahruddin, spesialis paru dari RS Persahabatan, angka kejadian kanker paru semakin meningkat. Laki-laki terhitung lebih banyak menderita kanker paru dengan perbandingan 40 orang di antara 100 ribu penduduk berisiko.
"Umur 40 tahun ke atas lebih berisiko kena kanker tapi sekarang umur 30-an sudah kena. Apalagi dari kecil jadi perokok pasif, proses menuju kanker bisa lebih cepat," katanya dalam sebuah diskusi beberapa waktu lalu.
Lihat juga:9 Gejala Awal Kanker Paru-Paru |
Data 2016 mengungkapkan bhawa Indonesia merupakan negara dengan angka perokok pria terbanyak di dunia setelah China.
Perokok aktif adalah mereka yang menghisap asap rokok secara langsung dari batang rokok yang dibakar. Sedangkan perokok pasif ialah mereka yang tidak merokok tapi turut menghisap asap yang ditimbulkan perokok aktif.
Menurut Menteri Kesehatan Nila Moeloek, lebih dari sepertiga penduduk Indonesia adalah perokok aktif. Bahkan, 20 persennya masih berusia remaja, yakni 13-15 tahun.
Lihat juga:Imunotherapy, Harapan Baru Obat Kanker Paru |
"Angka kematian tinggi. Mereka datang kondisinya sudah parah, tubuh enggak mampu untuk dilakukan prosedur pengobatan," katanya.
Sekitar 40 persen orang yang didiagnosis kanker paru, baru menerima diagnosis setelah penyakit telah berkembang. Dari 30 persen diagnosis, kanker telah mencapai stadium 3. (chs)