4 Tips Memilih Cokelat Sebagai Hadiah Valentine

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 14/02/2018 19:20 WIB
4 Tips Memilih Cokelat Sebagai Hadiah Valentine Ada banyak jenis cokelat yang jadi pilihan untuk kado Valentine. Bagaimana memilih cokelat yang tepat sekaligus sehat buat pasangan? (Dok/Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain bunga, cokelat merupakan salah satu hadiah populer yang diberikan untuk orang terkasih di hari Valentine. Namun, memilih produk cokelat ternyata tak bisa sembarangan. Ada takaran kandungan cokelat yang patut jadi perhatian.

Salah memilih cokelat justru bisa membahayakan orang yang disayangi. Kepada CNNIndonesia.com, pakar nutrisi dokter Rita Ramayulius membagikan tips memilih cokelat yang bergizi dan baik untuk kesehatan sebagai hadiah untuk Valentine.


1. Warna


Rita menjelaskan cokelat yang baik haruslah memiliki kandungan kakao atau biji cokelat yang dominan. Semakin tinggi kandungan kakao, maka cokelat semakin bergizi. Kandungan kakao ini baik untuk mengendalikan tekanan darah, antioksidan, sistem imun, dan stimulan ringan.

Kandungan biji kakao ini, menurut Rita, dapat terlihat dari warna cokelat. Semakin gelap warna cokelat, semakin banyak kandungan biji kakao. Ia juga meminta agar berhati-hati karena beberapa produsen cokelat menggunakan bahan kimia untuk membuat warna cokelat menjadi gelap.

"Cokelat yang sesungguhnya itu warnanya adalah cokelat yang kehitam-hitaman. Semakin muda, dia semakin berkurang kakaonya, semakin banyak tambahan susu dan gula," kata Rita di Kidzania, Jakarta beberapa waktu lalu.

2. Kandungan Kakao

Rita menyebut kandungan kakao yang dikonsumsi sebaiknya lebih dari 50 persen. Menurut Rita, di Indonesia banyak produsen cokelat yang hanya mengandung kakao sekitar 30 persen, 20 persen bahkan hanya 7 persen.

"Kandungan kakao 70 persen itu bagus, sedangkan yang 50 persen masih tidak masalah. Yang di bawah itu pasti langsung merangsang asam lambung karena dominan gula," tutur Rita.

Kandungan kakao dalam cokelat bisa diketahui pada label yang tertera di kemasan.

"Di label itu dibaca berapa persen kandungan biji kakaonya atau kandungan olahan cokelat murni," ujar Rita.


3. Kandungan Gula

Selain kandungan biji cokelat, kandungan gula juga harus diperhatikan pada label. Menurut Rita, cokelat yang bergizi memiliki kandungan gula yang sedikit. Rata-rata untuk satu porsi cokelat batangan sebesar 30 gram sebaiknya mengandung tidak lebih dari 6 gram gula.

"Cokelat abal-abal yang 30 persen kakao itu komposisi utamanya adalah gula. Ini bakal mempengaruhi kesehatan jantung," ucap Rita.

4. Rasa

Menurut Rita, kakao sebenarnya memiliki rasa pahit. Biji kakao yang diolah dengan tepat masih menyisakan rasa pahit. Jika cokelat terasa manis, kata Rita, itu artinya sudah bercampur dengan gula.

"Semakin rendah gula yang terdapat dalam cokelat semakin bagus," kata Rita. (rah/rah)