Surat dari Rantau

Nasi Padang, Pelipur Lara Imlek di Taiwan

Flemming Panggabean, CNN Indonesia | Minggu, 18/02/2018 13:47 WIB
Nasi Padang, Pelipur Lara Imlek di Taiwan Warga di sebuah kelenteng di Beijing melakukan sembahyang menjelang Imlek. (REUTERS/Darley Shen)
Taichung, CNN Indonesia -- Sama seperti perayaan hari raya pada umumnya, Tahun Baru China atau Imlek juga dirayakan dengan meriah oleh warga etnis Tionghoa. Saya yang sudah beberapa tahun tinggal di Taiwan, tepatnya di kawasan Taichung, juga merasakan demikian.

Di negara yang mendapat sebutan Macan Asia ini, hampir seluruh penduduknya mudik selama Imlek. Ibu kota Taiwan, Taipei, bisa dibilang lebih lengang selama sepekan.

Bagi yang merayakan Imlek, tentu saja masa itu sangat menyenangkan. Namun, bagi pendatang seperti saya, sepekan liburan Imlek berarti perjuangan untuk "bertahan hidup".


Pasalnya, layanan publik bakal cuti selama satu minggu, mulai dari kantor pemerintah sampai warung. Mirip dengan libur Lebaran atau Natal di Indonesia.

Perekonomian Taiwan ditopang oleh industri-industri kecil dan menengah. Untuk menopang industri tersebut, pemerintahnya banyak mempekerjakan tenaga kerja dari daerah sampai negara lain.

Menurut data perwakilan Pemerintah Indonesia di Taiwan (KDEI Taipei), tercatat sekitar lebih dari 250 ribu warga negara Indonesia yang saat ini sedang berdomisili di Taiwan. Berarti, ada ribuan warga Indonesia yang bernasib sama seperti saya saat libur Imlek di Taiwan.

Walau bakal lebih sulit berbelanja kebutuhan pokok karena banyak toko yang tutup, saya mencoba menikmati libur Imlek di Taiwan.

Saya mencatat, ada beberapa tradisi yang dilakukan teman dan tetangga saya yang merupakan warga Taiwan selama libur Imlek.

Pertama, mereka akan melakukan tradisi membersihkan rumah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengusir hawa buruk yang terkumpul di selama tahun lama.

Tak hanya rumah, kantor dan pabrik juga ikut dibersihkan. Kaca, pintu, tangga, sampai mesin tak luput dari pembersih. Diharapkan, alat penopang kerja tersebut ikut membawa peruntungan di tahun baru.

Akan tetapi, kegiatan bersih-bersih harus dilakukan sebelum Imlek. Jangan melakukannya di saat Imlek, karena malah akan "menyapu" keberuntungan yang bakal datang, begitu kata teman saya.

Nasi Padang, Pelipur Lara Imlek di TaiwanTradisi bersih-bersih menjelang Imlek juga dilakukan di Indonesia. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

Siap uang dan antre panjang

Setelah bersih-bersih ruangan, warga Taiwan biasanya berbelanja kebutuhan pokok. Selain uang, tenaga juga wajib disiapkan ekstra, karena antrean di kasir akan sangat panjang, terutama bagi mereka yang baru berbelanja di H-3 Imlek.

Tak hanya bahan kebutuhan untuk pesta di rumah, mereka juga belanja kebutuhan untuk "bertahan hidup" selama libur Imlek.

Warga Indonesia yang tinggal di luar Taipei seperti saya harus lebih awal berbelanja, karena di kota kecil lebih susah menemukan toko yang buka di H+1 Imlek.

Beberapa tempat makan yang dikelola orang Indonesia juga biasanya buka selama libur Imlek. Mungkin karena merasa senasib dengan yang tak merayakan.

Saya merasa warga Taiwan sangat disiplin dengan tradisinya. Hari raya ya libur, kumpul dengan keluarga atau teman, bukannya sibuk dengan rutinitas yang bisa dilakukan di hari lain.

Nasi padang pelipur lara

Tradisi lain yang dilakukan warga Taiwan saat Imlek ialah makan besar. Seluruh makanan yang dipunya harus dikeluarkan, untuk menyenangkan tamu yang datang bersilaturahmi.

Warga Indonesia yang bekerja sebagai asisten rumah tangga juga biasanya ikut sibuk di masa sebelum Imlek. Mie menjadi porsi yang paling banyak dibuat, karena bermakna panjang umur, kebahagiaan, dan rejeki yang melimpah.

Nasi Padang, Pelipur Lara Imlek di TaiwanMakan mie saat Imlek dianggap membawa keberuntungan. (AFP PHOTO / Dale DE LA REY)

Ada juga menu ikan yang bermakna keberuntungan, kemakmuran, dan kelancaran usaha. Ikan yang disajikan harus utuh, dari kepala sampai ekor, agar hasil baik yang diinginkan datang tak terputus alirannya.

Kemudian ada jeruk yang bermakna sama dengan mie dan ikan. Buah ini bagai emas saat Imlek, karena bakal dicari oleh banyak orang.

Karena teman-teman Taiwan saya mudik Imlek, saya memilih berkumpul dengan teman-teman Indonesia kemarin.

Ada juga warga Indonesia yang tak mudik Imlek, sehingga acara kongko terasa lebih ramai.

Rumah makan Padang Taichung menjadi tujuan kami. Saat dikunjungi, terlihat antrean sudah lumayan mengular.

Selain menu Minang, ada juga tempat makan yang menawarkan menu Jawa sampai Betawi. Semuanya disesaki pengunjung saat Imlek. Imlek memang membawa berkah.

Nasi Padang, Pelipur Lara Imlek di TaiwanRumah makan Padang di Taichung yang buka saat Imlek. (Dok. Flemming Panggabean)

Hongbao dan festival lentera

Makan besar bukan satu-satunya hal yang ditunggu penduduk Taiwan. Tradisi hongbao alias THR juga menjadi doa yang sering terucap menjelang Imlek.

Hongbao diberikan oleh atasan ke bawahannya sekitar tanggal 1 sampai 10 sebelum Imlek. Warga Taipei yang tak mudik biasanya menghabiskan bonusnya untuk berkunjung ke objek wisata populer, salah satunya ialah Danau Sun Moon.

Mirip dengan kebiasaan warga Jakarta yang ke Kebun Binatang Ragunan atau Ancol saat hari raya, jadi jangan kaget jika melihat banyak orang di sana saat libur Imlek.

Nasi Padang, Pelipur Lara Imlek di TaiwanSuasana mudik Imlek di China. (REUTERS/Aly Song)

Yang dinanti-nantikan tentu saja Festival Lentera. Tak cuma berpusat di Taipei, banyak kawasan lain di Taiwan yang menggelar festival ini. Sebelum Imlek, Taipei sudah dihias oleh banyak hiasan Anjing Tanah, yang menjadi shio di tahun baru.

Di festival nanti, penerbangan lentera berhiaskan gambar Anjing Tanah juga bakal dilakukan, lagi-lagi dengan makna pengharapan keberuntungan.

Di Taichung, Festival Lentera bakal dimulai tanggal 24 Februari sampai 11 Maret mendatang. Lokasinya ada dua, yakni di Taman Taichung dan Pelabuhan Kota Taichung.

Bisa merasakan Imlek di negara yang mayoritas keturunan Tionghoa tentu saja jadi pengalaman menarik bagi saya.

Bagi teman-teman Indonesia yang merayakannya namun tak bisa mudik ke Tanah Air, berkumpul dengan sesama warga Indonesia jadi obat penawar rindu kampung halaman, walau hanya bercengkrama sambil makan sepiring Nasi Padang.

Apapun hari rayanya, yang penting makannya ya Nasi Padang, hehe...

Selamat Imlek dari Taiwan ya!

----

Surat dari Rantau adalah rubrik terbaru di CNNIndonesia.com. Rubrik ini berupa "curahan hati" dari WNI yang sedang menetap di luar negeri. Bisa mengenai kisah keseharian, pengalaman wisata, sampai pandangan atas isu sosial yang sedang terjadi di negara yang ditinggali. Jika Anda ingin mengirimkan cerita, sila hubungi surel berikut: ardita@cnnindonesia.com, ike.agestu@cnnindonesia.com, vetricia.wizach@cnnindonesia.com.

Kami tunggu!

(ard)