Spekulasi Alasan Kate Middleton Tak Pakai Gaun Hitam di Bafta

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Selasa, 20/02/2018 08:52 WIB
Spekulasi Alasan Kate Middleton Tak Pakai Gaun Hitam di Bafta Kate Middleton di Bafta 2018 (REUTERS/Peter Nicholls)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kate Middleton tampil di BAFTA 2018 dalam balutan gaun hijau tua dengan tambahan aksesori dari emerald.

Hanya saja gaun cantiknya ini ternyata justru menuai berbagai protes dan komentar publik. Pasalnya, istri Pangeran William ini tidak mengikuti aturan berbusana atau dress code yang diberikan.

Di tahun ini, Bafta memberikan dress code dengan busana berwarna hitam. Hal ini bertujuan untuk mengikuti kampanye anti kekerasan seksual yang diusung Time's Up.



Dalam ajang karpet merah tersebut istri Pangeran Wiliam ini mengenakan gaun cap-sleeve panjang dari Jenny Packham dengan pita pinggang hitam yang mengaksentuasi perutnya yang mulai membesar.

Dilansir dari brit.co, Kate juga terlihat membawa tas tangan hitam, mengenakan sepatu hak suede Prada serta kalung dengan permata zamrud.

Berbagai spekulasi pun mengalir tentang pilihan warna gaun Kate Middleton.

Hanya saja, mengutip Huffington Post, sebagai anggota keluarga Kerajaan Inggris, ibu dari Pangeran William dan Putri Charlotte ini memang punya aturan dan protokol tersendiri.

Keluarga kerajaan biasanya tidak pernah berbusana hitam, kecuali pada peristiwa-peristiwa duka.

Keluarga kerajaan juga selalu diimbau untuk mengambil posisi netral dalam hal-hal yang berafiliasi dengan politik atau bias.

Namun terkait hal ini, banyak juga yang 'menyerang balik' bahwa di Bafta 2017, Kate pernah mengenakan gaun hitam Alexander McQueen. Sehingga protokol kode busana seharusnya tidak menjadi alasan.


Kampanye Time's Up yang berfokus pada isu-isu kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan juga tidak berkaitan dengan partai politik apapun. Namun sampai saat ini Istana Kensington belum memberikan komentarnya.

Sekalipun tak berbusana hitam, beberapa orang menyebut bahwa sash atau tali pinggang hitam Kate sudah menunjukkan dukungannya.

Ahli perhiasan Anna Sheffield mengungkapkan bahwa perhiasan emerald juga menjadi bentuk dukungan pada Time's Up.

"Sudah sejak lama emerald diasosiasikan dengan kekuatan perempuan, melahirkan, kesuburan, dan kreasi. Dan seringkali mereka diasosiasikan dengan dewi seperti Venus dan Umina di Peru kuno," kata Sheffield di Today.com

"Emerald juga menunjuk pada kekuatan dan kreativitas perempuan sejak awal, dan juga merujuk bagaimana cara perempuan seharusnya diperlakukan." (ast/chs)