Kala Aadnevik Terinspirasi 'Swan Lake' di London Fashion Week

Olivia Drost, CNN Indonesia | Sabtu, 24/02/2018 03:45 WIB
Kala Aadnevik Terinspirasi 'Swan Lake' di London Fashion Week Terinspirasi dari pementasan 'Swan Lake', label Aadnevik menghadirkan koleksi busana yang feminin, elegan sekaligus mengusung kesan 'anggun'. (Foto:CNNIndonesia/OliviaDrost)
London, CNN Indonesia -- Peragaan busana Aadnevik menjadi berbeda dibanding lainnya saat hadir di pekan mode London Fashion Week 2018. Terinspirasi dari pementasan balet Tchaikovsky 'Swan Lake', ia menghadirkan aneka model baju hitam-putih yang mengingatkan pada sosok perempuan cantik yang feminin dan sekaligus sensual.

Berlangsung di One Whitehall Place, di London, desainer Hila dan Kristian Aadnevik seolah kembali mengingatkan penonton peragaannya pada kisah klasik yang pertama kali tampil pada 1877 di Moskow itu. 

Swan Lake sendiri mengisahkan cerita tentang Odette, seorang putri yang berubah menjadi seekor angsa oleh kutukan jahat. Kisah penokohan ini menjadi populer dalam pementasan balet, dan pernah juga difilmkan. 



"Bagi kami, kisah itu dan karakter utamanya menunjukkan banyak hal, yang rapuh tapi juga kuat, menggoda tapi bebas, dan mudah buat orang jatuh hati," ungkap sang desainer beralasan. 

Kisah dari Swan Lake itu kemudian melahirkan aneka busana berenda dengan dominasi warna hitam putih, serta ditambahi bunga, bulu-bulu. Gaun tulle dengan refleksi bintang dan sifon yang ringan menjadi beberapa desain yang mencolok mata.

Kala Aadnevik Terinspirasi 'Swan Lake' di London Fashion WeekPeragaan Aadnevik di London Fashion Week 2018. (Foto:CNNIndonesia/OliviaDrost)

Peragaan  dibuka dengan 'angsa putih' di mana model mengenakan gaun putih dengan dekorasi bulu-bulu yang anggun. Motif angsa juga tampak secara kasat mata, dalam bentuk ornamen di beberapa baju. 

Permainan motif juga diterapkan dalam sulaman tangan yang diaplikasikan pada busana. Beberapa di antaranya juga menggunakan mutiara, serta permainan kontas antara hitam dan putih.


"Hitam dan putih adalah warna kontras yang saling berlawanan satu sama lain. Ini tentang yang baik dan buruk, romantis dan tragedi, lebih luas dari itu, tentang cinta yang tak pernah mati," tambah Hila Aadnevik.

Kala Aadnevik Terinspirasi 'Swan Lake' di London Fashion Weekeragaan Aadnevik di London Fashion Week 2018. (Foto:CNNIndonesia/OliviaDrost)

Di panggung peraga, para model juga tampak mengenakan material berbahan perak yang mengklap, brokat dan detil kristal.

"Warna metal berdekatan dengan mutiara untuk mengilustrasikan danau air mata," ujarnya menambahkan.

Selain mini dress dan gaun, koleksi Aadnevik kali ini juga menghadirkan empat jaket yang dipresentasikan dengan gaya unik, jaket abu0abu dengan bahan kulit, jas plastik transparan, jas tebal coklat dengan detil kulit, dan jas hitam klasik dengan aksen tertentu di bagian pinggang. 

Namun, peragaan ini menjadi 'janggal' ketika sejumlah model tampak kebingungan di atas panggung peraga, dengan gerak tak beraturan dan jarak yang tak menentu. Entah disengaja atau bukan, tapi ini cukup mengejutkan. Salah satu model tampak berusaha keras berjalan mengelilingi catwalk, dan sekilas tampak goyah dalam balutan mini dress yang dikenakannya. Di luar itu, mengingat popularitas Swan Lake yang tak biasa, bisa jadi ini juga bakal mengusung hal serupa. Siapa tahu? (rah)


BACA JUGA