Temuan tersebut diperoleh penelitian terbaru yang dilakukan Google Indonesia baru-baru ini. Survei yang mengungkap perilaku ibu dalam berbelanja Online di 10 kota besar di Indonesia menyebut kaum ibu bakal mulai berbelanja saat adanya kebutuhan pada suatu barang.
Ini berbeda dengan temuan di beberapa negara Asia lain seperti Malaysia dan Thailand yang lebih didorong dengan adanya promosi atau penawaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ariani mencontohkan kaum ibu tak akan membeli produk jika barang tersebut masih tersedia di rumah. Promosi yang ditawarkan para penjual berupa diskon tak akan begitu ditanggapi.
"Misalnya sampo, saat masih ada di rumah lalu ada promosi kemungkinan para ibu enggak akan beli. Beda dengan Malaysia dan Thailand mereka lebih mungkin untuk menstok barang," tutur Ariani.
Saat adanya dorongan kebutuhan, menurut Ariani biasanya kaum ibu bakal mempertimbangkan dua hingga tiga label produk.
Keputusan membeli barang itu didapat setelah ibu melakukan riset. Hampir tujuh dari 10 orang (69 persen) akan mencari tahu soal produk terlebih dahulu.
Rata-rata pengguna internet memerlukan waktu sepekan untuk melakukan riset. Namun, kata Ariani, sebagian besar yakni 56 persen riset dilakukan dalam hitungan jam dan menit sebelum pembelian. Informasi yang dicari saat riset itu mencakup harga, informasi produk seperti bahan dan kandungan nutrisi, serta review dan ulasan dari pengguna dan para pakar.
"Mereka banyak melakukan riset dengan bertanya pada Google dan kemudian mengunjungi situs produk," ucap Ariani.
Setelah riset, ibu bakal mendapatkan keputusan untuk membeli produk yang diinginkan. Sebanyak sembilan dari 10 orang akan memilih salah satu dari dua atau tiga label yang dipertimbangkan sebelumnya.
Sembilan dari 10 orang ibu juga akan membeli produk yang sama di kemudian hari.
"Karena produk bayi dan anak itu cocok-cokcokan jadi ibu tidak akan coba-coba produk lain. Artinya para ibu ini merupakan konsumer yang online," ujar Ariani.
Para ibu tak cukup hanya sampai membeli dan mengonsumsi produk saja. Sekitar 40 persen kaum ibu bakal menulis ulasan produk kepada grup atau komunitasnya. Sebanyak 30 persen bakal merekomendasikan produk tersebut. (rah)