Vatikan Bakal Membuka Kursus Mengusir Makhluk Gaib

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 26/02/2018 15:16 WIB
Vatikan Bakal Membuka Kursus Mengusir Makhluk Gaib Salah satu adegan dalam film 'Conjuring'. (Dok. Warner Bros Picture)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam film horror, ada dua adegan yang paling digemari penonton, yakni adegan di siang hari saat hantu belum muncul dan adegan saat sang pengusir arwah beraksi mengatasi yang sedang kesurupan.

Pengusiran arwah, atau yang disebut eksorsisme, menjadi layanan yang paling sering dilakukan oleh gereja-gereja di Italia.

Salah satu pendeta di Sisilia, Benigno Palilla, bahkan mengatakan bahwa sepanjang tahun lalu pihaknya telah melakukan sebanyak 500 ribu layanan eksorsisme.


Karena tingginya permintaan, Palilla mengatakan bahwa Vatikan akan menggelar kursus pelatihan eksorsisme untuk pendeta, penduduk, sampai turis yang berminat.

"Banyak orang yang meminta layanan eksorsime. Hal ini dikarenakan karena semakin banyak juga orang yang gemar melakukan pembacaan kartu Tarot sampai bermain papan Ouija. Kegiatan tersebut membuka pintu bagi jin untuk berkeliaran di dunia," kata Palilla dalam wawancaranya dengan Vatican Radio, seperti yang dikutip dari Travel and Leisure.

Namun, Palilla juga tak mengelak kalau banyak orang yang "berkelakuan aneh" karena masalah psikologis, bukan karena dirasuki jin.

Kursus pelatihan eksorsisme di Vatikan bakal berlangsung di Palermo, Sisilia. Palilla bakal memimpin kelas tersebut, bersama perwakilan dari pakar ilmu makhluk gaib.

Meski demikian, eksorsisme masih menjadi topik yang kontroversial, baik di kalangan Katolik.

Panduan eksorsisme pertama kali dirilis Vatikan pada tahun 1614, yang kemudian direvisi pada tahun 1999.

Dalam revisi tersebut diselipkan informasi untuk membedakan kesurupan dan gangguan jiwa.

Di Vatikan juga ada asosiasi eksorsisme dunia, yang bernama International Association of Exorcists.

Asosiasi ini didirikan oleh Pendeta Gabriele Amorth, Kepala Layanan Eksorsisme, pada tahun 2014. Anggotanya berjumlah lebih dari 200 orang yang tersebar di enam benua dunia.

[Gambas:Youtube]

(ard)