7 Koleksi Terbaik dari Milan Fashion Week 2018

APR, CNN Indonesia | Kamis, 01/03/2018 18:33 WIB
7 Koleksi Terbaik dari Milan Fashion Week 2018 koleksi busana di Milan Fashion Week (AFP PHOTO / Piero CRUCIATTI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ajang Milan Fashion Week 2018 sudah dimulai sejak Rabu (21/2), dimulai dengan Moncler yang hadir pada malam pembukaan.

Pekan fesyen yang diberi tema "Italiana, Italia dalam Lensa Fesyen (Through the Lens of Fashion) 1971-2001" tersebut menceritakan lahir dan berkembangnya industri pakaian di Italia dari tahun ke tahun lewat runway dan pakaian-pakaian yang dipamerkan di atasnya.

Di penghujung pekan mode ini, sejumlah nama-nama merek dan desainer Italia baru seperti Attico, LaDoubleJ serta For Restless Sleepers telah muncul.


Di sisi lain, merek-merek ternama yang sudah dikenal sejak beberapa dekade lalu juga tampil dengan baik. Hal tersebut, menunjukkan bahwa mereka masih memiliki komitmen terhadap kreasi dan ide-ide baru yang kekinian. Berikut adalah beberapa koleksi terbaik dari Milan Fashion Week, dilansir dari Vogue:

1. Moncler 
Moncler Mega Group menghadirkan koleksi dari Pierpaolo Piccioli, Simone Rocha, dan Craig Green. Mereka akan bergantian mengeluarkan koleksi terbaru setiap bulannya. 

Nicole Phelps dari Vogue menilai koleksi ini sebagai upaya Remo Ruffini untuk memperluas konsumer yang dijangkau Moncler. Rancangan Piccioli Phelps dinilai dapat menarik klien Valentino, sementara kreasi Green dapat menarik mereka yang bereksperimen dengan pakaian pria.

2. Gucci
Panggung busana Gucci di Milan sedikit bernuansa horor. Pasalnya koleksi tersebut menampilkan para model yang membawa boneka kepala, dengan wajah mereka sendiri.

"Koleksi dari Gucci sengaja dipersembahkan Alessandro Michele tentang bagaimana orang-orang berhasil merekonstruksi wajah atau identitas mereka sendiri. Tentunya lewat kekuatan teknologi, Hollywood dan juga Instagram," tulis Mower.


3. Fendi
Di awal tahun ini, Fendi berhasil memadukan 'high fashion' dan warna-warna tanah, dengan sedikit suntikan suasana ceria. Logo F-dobel Fendi terpampang di semua jenis pakaian dalam koleksi tersebut, mulai dari, legging, sweatshirt bulu, jas hujan dan tas baguette.

4. Prada
Busana rancangan Prada musim ini memadukan lapisan-lapisan pakaian kerja berat dan kain tulle, yang dibuat dari nylon hitam yang biasanya digunakan Prada untuk jas hujan. Menurut Mower, Prada dengan apik merancangnya dengan sederhana.

Mower mengaitkan interpretasi rancangan musim ini dengan filosofi yang pernah dipaparkan Miuccia Prada akan fesyen itu sendiri, yakni sebagai sebuah pernyataan yang merayakan kebebasan. "Mimpi saya adalah agar para perempuan bisa pergi ke jalanan tanpa rasa takut," ucap Prada, seperti yang diungkapkan Mower.

5. Versace
Musim ini adalah musim keberuntungan bagi Versace. Tren glamor dan busana 80-an telah kembali, dan warna-warna serta motif tengah digandrungi. Arsip Versace itu sendiri merupakan sumber tak terhingga yang memadukan warna-warna primer yang berani dan motif-motif pop, yang cenderung disuaikan desainer-desainer muda.

Donatella juga berhasil memadukan nada seksi klasik dengan tampilan glamor yang menyegarkan, lewat legging dan gaun pas badan yang dikombinasikan dengan penutup kepala.

6. Marni
Sebagai merek yang digemari karena gaun-gaun dan motif-motif vintage, Marni tampil di Milan Fashion Week dengan menyajikan apa yang para penggemarnya inginkan. Gaun-gaun bertema 1930 dan 1940-annya bernada spontan, terlihat seakan-akan dibuat dari kain-kain sisa yang tergeletak di studio mereka.

Terdapat juga sebuah mantel wol berbintik yang dibuat dari bahan tekstil hasil kompres dan daur ulang.

7. Dolce & Gabbana
"Media massa telah menampilkan para model yang seolah sedang berada dalam upacara pemberkatan suci yang diadakan oleh Dolce & Gabbana," tulis Mower. Para desainer menyebut koleksi ini dengan nama "Fashion Devotion."

Di dalamnya, terdiri pakaian-pakaian yang dibuat dari brokat kualitas tinggi dari Vatikan, beludru hijau, merah dan merah muda Venesia, serta sulaman mewah. Semua item fesyen glamor itu dikombinasikan dengan slogan-slogan yang terpampang di kaus dan sweater.

(apr/chs)