'Suara' Feminitas Dior di Pembukaan Paris Fashion Week

REUTERS/AFP, CNN Indonesia | Rabu, 28/02/2018 21:10 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Maria Grazia Chiuri, desainer rumah mode Dior membuat gebrakan baru di Paris Fashion Week 2018.

Desainer perempuan pertama Dior ini memiliki ide spesifik soal feminisme gaya baru. Fesyen adalah salah satu idenya untuk mewujudkan feminitas. (REUTERS/Pascal Rossignol)
Dalam shownya, Chiuri juga banyak menghadirkan koleksi yang modern dan dipenuhi dengan slogan pemberdayaan perempuan.  (REUTERS/Pascal Rossignol)
Tema koleksi kali ini terinspirasi dari kunjungan Chiuri ke sebuah eksibisi It's Just a Beginning yang bercerita tentang tahun 1968 di National Gallery of Modern Art di Roma. (AFP PHOTO / FRANCOIS GUILLOT)
Lewat koleksinya dia juga mengungkapkan bahwa perempuan juga bisa bergaya tomboi dengan celana dan sweater longgar, tapi juga bisa feminin dengan rok pendek atau panjang. (AFP PHOTO / FRANCOIS GUILLOT)
Kali ini Chiuri juga banyak mengeluarkan koleksi jaket dan poncho. Beberapa koleksinya juga terbilang memiliki detail seksi dengan bahan transparan. (AFP PHOTO / FRANCOIS GUILLOT)
Chiuri juga menghadirkan koleksi pleated kilts dengan logo Dior, yang dipadukan dengan blazer yang meninggalkan gaya tradisional di bagian pinggang. (AFP PHOTO / FRANCOIS GUILLOT)
Tak ketinggalan dia juga menampilkan berbagai macam patchwork dalam busananya. Bahkan sekilas, patchwork yang dibuatnya terlihat mirip dengan patchwork batik. (AFP PHOTO / FRANCOIS GUILLOT)
Logo dalam huruf besar dicetak di atas bahan layer transparan, digabungkan dengan jaket dan fluit skirt membuat gayanya terlihat unik. (AFP PHOTO / FRANCOIS GUILLOT)