Tahun ini, Imlek dirayakan seluruh etnis Tionghoa di dunia pada 16 Februari. Namun, Paris baru merayakannya pada 25 Februari, yang jatuh pada hari Minggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iring-iringan yang meriah memulai perjalanannya dari Avenue d'Ivry, berlanjut ke boulevard Massena, lalu naik ke Avenue di Choisy.
Menjelang parade, orang-orang sudah berkumpul di pinggir jalan. Bahkan, ada yang sampai naik pagar untuk melihat parade lebih jelas.
Tontonan yang paling menarik dan wajib dinikmati menurut saya ialah Barongsai.
Selain itu, iring-iringan juga dimeriahkan oleh kemunculan sejumlah kelompok, mulai dari kelompok Kung fu, kelompok biksu, sampai kelompok warga Vietnam yang tergabung dalam asosiasi persaudaraan.
Parade Imlek di Paris yang dimeriahkan sejumlah kelompok. (Dok. Indah Lestari) |
Penampakan kelompok yang terakhir cukup menarik perhatian, karena mereka terlihat mendorong becak bermuatan buah-buahan 'eksotis' seperti nanas dan rambutan.
Kemeriahan parade Imlek ini memang ditunggu setiap tahunnya. Selain keluarga yang membawa anak kecil, banyak pula fotografer yang mengabadikan momen ini.
Parade bukan satu-satunya cara etnis Tionghoa di Paris untuk merayakan Imlek. Sebelumnya, juga digelar segala macam lomba, pameran foto, sampai panggung musik untuk memeriahkan suasana tahun baru.
Walau jauh dari Tanah Air, melihat parade ini membuat saya membayangkan suasana Imlek di rumah tante saya di Jakarta: mengenakan baju serba merah sambil makan mie goreng dan mengantongi buah jeruk.
Gong xi fat choi!
----
Surat dari Rantau adalah rubrik terbaru di CNNIndonesia.com. Rubrik ini berupa "curahan hati" dari WNI yang sedang menetap di luar negeri. Bisa mengenai kisah keseharian, pengalaman wisata, sampai pandangan atas isu sosial yang sedang terjadi di negara yang ditinggali. Jika Anda ingin mengirimkan cerita, sila hubungi surel berikut: [email protected], [email protected], [email protected].
Kami tunggu!
(ard)
Parade Imlek di Paris yang dimeriahkan sejumlah kelompok. (Dok. Indah Lestari)