Menjelang Hari Raya Nyepi, Bali Menggelar Kontes 'Ogoh-ogoh'

ANTARA, CNN Indonesia | Senin, 05/03/2018 23:29 WIB
Menjelang Hari Raya Nyepi, Bali Menggelar Kontes 'Ogoh-ogoh' Salah satu penampakan Ogoh-ogoh di Bali. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabupaten Jembrana memulai Lomba Ogoh-ogoh, alias patung berbentuk raksasa jahat yang bakal diarak menjelang Hari Raya Nyepi di Bali. Pesertanya berasal dari berbagai kecamatan yang masuk dalam kabupaten Jembarana.

Ketua Tim Penilai Lomba Ogoh-Ogoh Jembrana, I Putu Sutardi mengatakan, salah satu syarat untuk peserta ialah membuat Ogoh-ogoh dari bahan yang ramah lingkungan.

"Tahun ini, bahan pembuat Ogoh-ogoh harus ramah lingkungan. Yang tak sesuai syarat, langsung didiskualifikasi," kata Sutardi, seperti yang dikutip dari Antara.


Selain terbuat dari bahan yang ramah lingkungan, Ogoh-ogoh juga harus sesuai dengan ajaran sastra agama, yaitu lambang bhutakala sebagai simbol unsur negatif.

"Dalam pembuatan Ogoh-ogoh yang benar, harus patuh dengan nilai-nilai religius dan sastra agama. Kalau bentuknya keluar dari konteks itu, kami tidak akan berikan nilai," ujar Sutardi.

Menurut Sutardi, mempertahankan bentuk ogoh-ogoh yang benar itu penting, karena ogoh-ogoh pemenang setiap kecamatan akan mengikuti parade saat upacara Tawur Kesanga yang dihadiri masyarakat luas.

"Jadi, masyarakat juga tahu seperti apa bentuk Ogoh-ogoh yang sesuai nilai-nilai religius dan sastra agama. Bukannya ogoh-ogoh yang bentuknya asal-asalan," kata Sutardi.

Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan yang memantau langsung penilaian lomba Ogoh-ogoh mengatakan, dengan menggunakan bahan ramah lingkungan seperti bambu, tingkat kesulitan peserta lebih tinggi dibandingkan dengan berbahan non-organik.

Hartawan menambahkan, tingkat kesulitan itu menjadi ujian agar peserta lebih kreatif.

"Kalau bahannya non-organik seperti styrofoam, cara membentuknya sangat gampang. Dengan menggunakan bahan ramah lingkungan seperti bambu, lebih sulit lagi," ujar Hartawan.

Syarat lomba yang lebih ketat pada tahun ini bermaksud mengingatkan generasi muda akan keagamaan dan tradisi Pulau Dewata.

Untuk memotivasi peserta, Pemkab Jembrana memberikan bantuan Rp850 ribu bagi 74 peserta.

Bagi yang lolos untuk tampil di tingkat kabupaten akan mendapatkan bantuan jasa pementasan sebesar Rp4 juta, sedangkan Ogoh-ogoh terbaik akan mendapat hadiah Rp6 juta.

Hari Raya Nyepi akan berlangsung di Bali pada tanggal 17 Maret, lalu berakhir pada 18 Maret.

Walau dalam semalam satu pulau akan berhenti beraktifitas, namun banyak turis yang berdatangan demi merasakan suasana khusyuk tersebut.

(ard)