Mengenal Pagpag, Racikan 'Makanan Sampah' di Filipina

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 14/03/2018 00:40 WIB
Mengenal Pagpag, Racikan 'Makanan Sampah' di Filipina Ilustrasi kuliner. (Foto: katesokate/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pagpag sebenarnya merupakan istilah yang digunakan untuk debu yang melekat pada pakaian atau karpet. Namun, masyarakat Filipina juga menggunakan kata itu untuk menyebut daging yang dibuang lalu dibersihkan dan dimasak menjadi makanan murah.

Pagpag merupakan makanan yang tercipta karena himpitan ekonomi masyarakat Filipina di pemukiman kumuh. Hidangan ini akhirnya menjadi pengganti makanan pokok dari daging yang sulit didapat karena harga yang mahal.

Belakangan, Pagpag menjadi populer lantaran menguntungkan bagi pemulung dan pemilik restoran kecil yang membeli daging buangan dengan harga murah dan meraciknya menjadi berbagai hidangan.


Pemulung di Filipina yang sebelumnya hanya mencari logam dan plastik untuk daur ulang, kini mulai mencari makanan sisa dan kadaluarsa dari restoran cepat saji atau supermarket. Makanan pagpag yang terbuang di tempat sampah itu lalu dikemas dengan kantong plastik dan dijual dengan keuntungan yang kecil.

Sekantong daging pagpag biasanya dijual sekitar 20 peso atau sekitar Rp5 ribu kepada pemilik restoran kumuh. Mereka kemudian mengolahnya menjadi beberapa porsi hidangan murah.

Daging pagpag dicuci hingga bersih terlebih dahulu lalu dicampur dengan berbagai saus, sayuran, dan rempah-rempah. Satu porsi makanan ini dijual 10 peso atau sekitar Rp2.500.

"Dengan jenis kehidupan yang kami jalani, ini sangat membantu," kata seorang penduduk permukiman kumuh kepada Reuters, dikutip dari Oddity Central.

Di sisi lain, otoritas kesehatan Filipina menganggap pagpag memiliki risiko kesehatan. Pasalnya, tak menutup kemungkinan beberapa daging pagpag sudah dimakan oleh orang lain, bercampur dengan sampah lain, bahkan tercemar bakteri Salmonella.

Kendati demikian, pagpag tetap populer dan para penikmatnya yakin makanan ini aman dikonsumsi karena dicuci sebelum dimasak. Sebagian lain bahkan menyebut pagpag makanan yang lezat dan bergizi.

"Mereka terpaksa melakukan hal itu karena tidak memiliki cukup uang untuk membeli makanan yang harus mereka siapkan, " kata manajer kesehatan dan gizi di Philippine Community Fund Maria Theresa Sarmiento kepada CNN.

[Gambas:Youtube] (rah/arh)