Kembali ke Asal Lewat 'Bali Spirit Festival 2018'

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Jumat, 23/03/2018 07:37 WIB
Kembali ke Asal Lewat 'Bali Spirit Festival 2018' Memasuki tahun ke-11, Bali Spirit Festival mengajak para peserta untuk 'Kembali ke Asal'. Digelar di Ubud, festival berlangsung 2-8 April mendatang. (Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perayaan yoga, tari dan musik dunia bakal kembali dihelat di Pulau Dewata, Bali. Gelaran bertajuk Bali Spirit Festival 2018 ini menyajikan beragam kelas yoga, meditasi, tari, silat, dan musik dari seluruh dunia. Festival ini merupakan satu dari lima festival yoga terbesar di dunia.

Memasuki tahun ke-11, Bali Spirit Festival kali ini mengajak para peserta untuk 'Kembali ke Asal'. Kembali ke asal berarti membuat diri berserah dan ke tempat semula dalam hal spiritual.

"Berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini kami mengangkat tema Kembali ke Asal atau Return to Source. Dengan memahami dan kembali ke asal kita barulah kita bisa bahagia. Jadi, semua kelas, workshop dan seminar bakal diarahkan ke sana," kata Media Manager Bali Spirit Festival Noviana Kusumawardhani saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/3).



Noviana menjelaskan kembali ke asal merupakan sebuah pengakuan batin dari semua makhluk hidup bergantung kepercayaan masing-masing.

Di sisi lain, kembali ke asal juga berarti perayaan Bali Spirit Festival yang kembali ke tempat penyelenggaran semula yakni Bali Purnati, Ubud. Sebelumnya, festival ini pernah digelar di tempat yang berbeda di Ubud.

Di area sekitar 8.000 hektare yang dapat menampung 2.000 orang itu, festival ini bakal menghadirkan lebih dari 150 lokakarya, kelas, seminar, hingga meditasi. Pengajar yoga top dari seluruh dunia seperti Eoin Finn (Kanada), Duncan Wong (Jepang), Anthony Abbagnano (Italia), dan Latonya Style (Jamaika) ikut berparisipasi dalam Bali Spirit Festival 2018.

Gelaran tahun ini juga lebih lama dibanding tahun sebelumnya yang hanya lima hari. Festival tahun ini bakal digelar pada 2-8 April mendatang.


Peserta Bali Spirit Festival tahun ini berasal dari beragam negara. Terbesar dari Australia dan Amerika Serikat masing-masing 15 persen, China 13 persen, Korea Selatan 7 persen dan berbagai negara lain.

"Tahun ini kami fokus menjual tiket ke negara-negara di Asia dengan penerbangan kurang dari tujuh jam. Ini untuk lebih memudahkan peserta," tutur Noviana.

Bali Spirit Festival merupakan satu dari 100 festival prioritas nasional dalam kampanye Wonderful Indonesia. Festival ini dianggap sebagai salah satu cara untuk mendatangkan wisatawan ke Indonesia.

"Sekarang sudah sedikit berubah, orang datang tidak lagi mengunjungi obyek wisata tapi justru karena ada aktivitas. Bali Spirit Festival ini signifikan sekali peningkatan peserta, media, dan dampak ekonominya untuk masyarakat," kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti. (rah/rah)