Mengenal Katarak, Penyakit Mata yang Diderita Paus Fransiskus

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 02/04/2018 11:59 WIB
Mengenal Katarak, Penyakit Mata yang Diderita Paus Fransiskus Paus Fransiskus mengakui menderita katarak (REUTERS/Aristide Economopoulos | NJ Advance Media/POOL)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jelang Paskah, Paus Fransiskus mengungkapkan bahwa dia menderita katarak. Untuk mengatasi kataraknya, pemimpin umat Katolik sedunia ini mengungkapkan bahwa dia akan melakukan operasi katarak di tahun depan.

"Ini bagus" kata Paus saat mengunjungi penjara Roma (29/3) lalu dikutip dari Reuters.

"Karena di usia saya, sebagai contoh, katarak datang dan salah satu (mata) tidak bisa melihat dengan baik. Tahun depan saya akan menjalani operasi."


Hanya saja karena kondisi tubuhnya sehat, Paus yang kini berusia 81 tahun pun tidak dirawat di rumah sakit.


Bukan hanya Paus Fransiskus yang terserang katarak. Namun penyakit ini termasuk umum untuk manusia, terutama yang berusia lanjut.

Katarak sendiri adalah munculnya 'awan putih' atau kabut tipis di lensa mata yang menghalangi pandangan. Selaput abu-abu ini akan menyebabkan cahaya tak bisa menembusnya, akibatnya penglihatan pun kurang jelas.

Katarak disebabkan karena protein yang membentuk lensa mata berubah termasuk kandungan air di dalamnya. sehinga lensa bening yang terdapat di belakang pupil berubah menjadi keruh.

Penyakit katarak ini biasanya berlangsung secara perlahan - perlahan dan harus ditangani segera. Lapisan yang menebal ini akan menyebabkan pengerasan lensa dan berakibat pada miopi.

Akibatnya, pandangan dan persepsi soal warna biru yang dilihat pun bisa berubah. Jika semakin menebal, akan meningkatkan risiko glaukoma dan kebutaan.

Namun, bukan hanya faktor usia saja, faktor-faktor lain seperti merokok, mengonsumsi minuman keras secara rutin, radiasi, memiliki pola makan yang tidak sehat dan faktor genetik juga dapat mempengaruhi mata rentan terkena katarak.


Gejala Katarak

Mengutip berbagai sumber, biasanya, katarak tidak menimbulkan rasa sakit atau iritasi, namun penderita akan mengalami gangguan karena tidak dapat melihat dengan baik dan sensitif akan cahaya matahari yang terlalu terik. Sehingga operasi sangat dianjurkan bagi para penderita katarak.

Beberapa gejala awal yang dialami penderita katarak adalah penglihatan yang berubah menjadi buram, ketajaman berkurang, dan sensitivitas berkurang.

Operasi yang dilakukan pada penderita katarak adalah operasi pengangkatan selaput atau lensa yang keruh dan diganti dengan lensa buatan yang biasanya disebut dengan keratoplasty. (joy/chs)