Hari Tuna Sedunia

Tuna Kaleng dan Sashimi, Dua Produk Olahan Tuna Terpopuler

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Rabu, 02/05/2018 09:46 WIB
Tanggal 2 Mei diperingati sebagai hari ikan tuna sedunia, di dunia kuliner ikan ini sendiri populer dalam bentuk tuna kaleng dan sushi atau sashimi. ilustrasi sashimi tuna (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tanggal 2 Mei diperingati sebagai hari ikan tuna sedunia.

Ikan tuna merupakan salah satu jenis ikan yang sangat penting secara ekonomi bagi negara maju dan berkembang.

Ikan ini juga dianggap sebagai sumber makanan yang cukup melimpah. Setidaknya ada 40 spesies ikan tuna yang ada di Samudra Atlantik, India dan Pasifik dan di Laut Mediterania.



Hanya saja sebagai salah satu penghuni laut, kelangsungan hidup tuna juga terancam, salah satunya oleh serangan hiu. Untuk menghindari hiu, ikan tuna biasanya bekerja sama dengan ikan lumba-lumba.

Selain itu, kehidupan ikan tuna juga terancam karena permintaan manusia yang semakin tinggi. Dua produk tuna utama yang paling banyak diminati adalah dalam bentuk tuna kaleng dan juga sashimi atau sushi.

Di dalam pasar kalengan, tuna dan spesies sejenis tuna termasuk cakalang dan yellowfin sangatlah mendominasi. Sedangkan di pasar sushi dan sashimi, ikan tuna berlemak, tuna sirip biru, dan juga big eye lebih disukai. Namun ikan tuna sirip biru adalah pilihan utama untuk pasar sushi dan sashimi. Sebagian besarnya akan dijual ke Jepang.

Mengutip laman UN.org, Perayaan Hari Tuna Sedunia dianggap penting karena populasi tuna bernilai 20 persen dari semua tangkapan laut dan delapan persen dari makanan laut yang diperdagangkan secara global.

Perayaan Hari Tuna dianggap penting untuk mengenali pentingnya tuna terhadap pembangunan berkelanjutan, ketahanan pangan, peluang ekonomi, dan mata pencaharian masyarakat di seluruh dunia.


UN Food and Agriculture Organization (FAO) mencatat adanya kebutuhan akan manajemen yang efektif untuk mengembalikan ikan yang sudah banyak dijaring, termasuk tuna. Dalam laporan 2016, FAO mencatat rekor baru tangkapan tuba yang mencapai 7,7 metrik ton.

FAO mencatat bahwa permintaan pasar untuk ikan tuna ini masih sangat tinggi.

Kandungan vitamin

Mengutip live strong, sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa tuna mengandung mineral selenium yang dikenal dengan selenoneine. Ikan ini juga mengandung 20 persen fosfor, dan 10 persen magnesium.

Selain itu, ikan tuna juga mengandung vitamin A dan B untuk mencegah atherosclerosis. Hanya saja ikan ini tidak mengandung vitamin C. (chs/chs)