Museum Pizza dan Alpukat, Tempat Wisata untuk Pecinta Kuliner

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 30/04/2018 16:38 WIB
Museum Pizza dan Alpukat, Tempat Wisata untuk Pecinta Kuliner Ilustrasi pizza (Thinkstock/bhofack2)
Jakarta, CNN Indonesia -- Museum memang menjadi tempat penyimpanan dan juga 'tempat untuk melestarikan dan mengenal' berbagai benda unik dan bersejarah.

Namun, museum bukan hanya bisa digunakan untuk menyimpan benda yang berhubungan dengan barang antik atau lainnya. Museum di Amerika ternyata juga membuka museum untuk mengenal makanan.

Setelah membuka museum es krim beberapa waktu lalu, kini museum untuk pizza juga dibuka di New York.



Pizza mungkin makanan asli Amerika, tapi makanan ini sudah jadi makanan favorit warga Amerika.

"Pizza lebih dari sekedar makanan, pizza juga merupakan sebuah fenimena budaya" kata Kareem rahma selaku pendiri dari The Museum of Pizza dikutip dari Metro.

Ketenaran Pizza membuat Nameless Network secara imajinatif membentuk The Museum of Pizza yang merupakan museum pop up untuk pizza yang akan berlangsung pada 13 Oktober- 28 Oktober mendatang.

Pengunjung dapat menjelajahi museum dengan membayar $35 atau setara dengan Rp490 ribu.

Di dalam museum, pengunjung dapat menjelajahi kamar-kamar yang terinspirasi oleh pizza, mengunjungi pantai pizza, melihat seni pizza dan pastinya pengunjung dapat memakan pizza yang tersedia. di museum tersebut juga akan terdapat gua misterius pizza, sejarah pizza dan pemutaran film tentang pizza dan permainan yang bertemakan pizza.

Tiket yang terjual nantinya akan didonasikan untuk menyediakan makanan bagi keluarga yang membutuhkan.

Selain pizza, di San Diego juga dibuka sebuah museum yang didedikasikan untuk alpukat.


Buah berwarna hijau ini telah diangkat menjadi tema sebuah museum yang akan dibuka di San Diego, Amerika Serikat. Museum tersebut bernama The Cado, dan akan resmi dibuka pada Juni 2018 mendatang.

Museum seluas 6.700 kaki ini nantinya akan memiliki lorong sepanjang 100 kaki dengan desain warna ombre. Lorong ini dirancang sedemikian rupa agar terlihat seperti lapisan terluar buah alpukat.

Di sisi lain museum juga dibangun "Ripe Room," sebuah ruangan yang permukaan dindingnya menyerupai tekstur alpukat yang tengah matang. Terdapat juga beberapa toilet dengan desain arsitektur bertema alpukat, yang bisa dijadikan tempat mengambil gambar dan foto-foto.

Tidak hanya memiliki desain arsitektur yang unik, museum ini juga memiliki misi edukasi. Pengunjung akan dapat mendengar kisah-kisah mengenai bagaimana alpukat diangkut di seluruh dunia, dari perkebunan di California dan Meksiko, hingga sampai ke piring makan siang.

Untuk mereka yang benar-benar menyukai buah alpukat, museum ini juga menyediakan beberapa tempat makan bertema alpukat. (joy/ast/chs)