Menakar Kalori Kue Kering Lebaran

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 15/06/2018 13:42 WIB
Menakar Kalori Kue Kering Lebaran Anda pasti tak ingin tubuh gemuk pascaLebaran setelah menyantap kue kering, berikut cara menakar kalori kue kering Lebaran. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beragam camilan dan kue kering sudah tersedia di meja sajian silahturahmi.

Anda tinggal pilih kue kering mana yang ingin disantap, ada nastar, putri salju, lidah kucing, kastengel, sagu keju, kacang, sampai rengginang.

Sekalipun enak dan jarang dinikmati, namun ini tak berarti kalau Anda bebas menikmati kue kering sesukanya. Sama seperti makanan lainnya, makan kue kering berlebihan bisa menyebabkan tubuh jadi gemuk.



Anda pasti tak ingin tubuh gemuk pascaLebaran.

Jadi berapa kalori dalam kue kering?

Kue kering mengandung kalori yang cukup tinggi karena dalam mengandung tepung, telur, gula dan mentega.

"Keseluruhan bahan (makanan) itu ada kalorinya. Kita bisa bekerja karena kalori. Ketika tidur pun kita butuh kalori agar bisa hidup. Ini yang disebut dengan kalori basal," kata dokter spesialis gizi Inge Permadhi, MS, SpGK(K), ketika dihubungi oleh CNNIndonesia.com, Rabu (13/6).

Setiap kue kering mengandung karbohidrat yang didapatkan dari bahan dasar tepung. Selain itu juga protein dari telur yang dicampurkan dalam adonan.


Inge mengungkapkan bahwa dalam setiap 1 gram karbohidrat setara dengan empat kalori, begitu juga dengan protein. Sedangkan pada 1 gram lemak mengandung sembilan kalori.

"Jadi misal kalau kita pakai terigu 20 gram karbohidrat, berarti mengandung 80 kalori. Putih telur 5 gram, 20 kalori," ujar dokter gizi Rumah Sakit Siloam Jakarta ini.

Dengan demikian, jika dalam satu resep kue kering nastar mengandung 375 gram tepung terigu, 220 gram butter, 50 gram tepung maizena, dan 40 gram kuning telur maka jumlah kalori yang terkandung di dalamnya berkisar 4040 kal (untuk keseluruhan hasilnya).

Jika satu resep tersebut menghasilkan 50 butir nastar, maka satu buah nastarnya mengandung 80,8 kalori.


Untuk menghindari kenaikan berat badan, Inge menyarankan agar masing-masing diri dapat menyeimbangkan jumlah kalori yang dikonsumsi dengan kegiatan yang dilakukan.

"Butuh 1500 kalori untuk basal plus kegiatan. Apabila jumlahnya persis, kita nggak akan gendut," ucapnya. (bel/chs)