Satu dari Empat Pekerja di Jepang Ingin Membunuh Atasannya

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Minggu, 24/06/2018 10:18 WIB
Satu dari Empat Pekerja di Jepang Ingin Membunuh Atasannya Ilustrasi. (PublicDomainPictures/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Stres akibat pekerjaan bukan hanya dialami oleh pekerja di Indonesia. Di Jepang bahkan ada survei yang menyatakan bahwa satu dari pekerja di sana sangat stres bekerja sampai ingin membunuh atasannya.

Survei tersebut diinisiasi oleh perusahaan agregator berita di Jepang, Shirabee, yang mengumpulkan jawaban dari 1.006 pria dan wanita berusia 20 sampai 69 tahun.

Metodenya cukup sederhana, mereka hanya ditanya satu pertanyaan penting: pernahkah terpikir untuk membunuh atasan Anda?


Sebanyak 27 persen peserta survei menjawab 'ya' yang berarti satu dari empat pekerja di Jepang mau membunuh atasannya dengan alasan beban pekerjaan.

Kultur bekerja di Negara Matahari Terbit memang sudah lama dikenal sebagai salah satu yang paling melelahkan di dunia.

Yang membuat lelah bukan soal jumlah tugas yang harus dikerjakan, melainkan tuntutan kesempurnaan hasil pekerjaan yang wajib dilakukan.

Dikutip dari Japan Today pada Minggu (24/6), survei tersebut juga menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja di Jepang sungkan untuk tak masuk kerja, bahkan jika sedang sakit.

Mereka juga enggan meninggalkan meja kerjanya terlalu lama meski sedang jam makan siang.

Fenomena "kerja keras bagai kuda" di Jepang terlihat ketika bencana alam gempa bumi melanda Osaka pada awal pekan ini.

Saat itu gempa membuat layanan perjalanan darat, air dan udara tak beroperasi dalam waktu cukup lama.

Akibatnya banyak pekerja yang pusing tujuh keliling mencari alasan terlambat sampai tak bisa datang ke tempat kerjanya.

Salah satunya dialami oleh netizen @mgr_toki yang menulis cuitan di Twitter pada hari itu.

"Pacar saya tak bisa ke kantor dan ia diminta tetap datang ke sana dengan alasan agar tetap mendapat hak gaji hari itu," tulisnya.

@mgr_toki lalu melanjutkan cuitannya bahwa sang pacar akhirnya berjalan kaki pulang dan pergi ke kantornya hari itu.

Cuitan tersebut disambut beragam komentar dari netizen lainnya, mulai dari tertawa sampai ikut prihatin.

(ard)