Jepang Larang Perokok Gunakan Lift Usai Merokok

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 04/04/2018 00:35 WIB
Jepang Larang Perokok Gunakan Lift Usai Merokok setiap orang yang merokok untuk menggunakan lift, setidaknya hingga 45 menit usai merokok. (ilustrasi/Foto: morgueFile/DodgertonSkillhause)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jepang saat ini tengah gencar membatasi ruang gerak untuk para perokok. Negara itu sedang mempersiapkan kualitas lingkungan yang baik demi menyongsong Olimpiade 2020 yang bakal digelar di Tokyo.

Setelah memangkas area merokok, kini Kota Ikoma di Prefektur Nara memberlakukan peraturan baru. Mulai bulan April ini, Balai Kota Ikoma melarang setiap orang yang merokok untuk menggunakan lift, setidaknya hingga 45 menit usai merokok.

Itu artinya, setiap orang yang merokok baru dapat menggunakan elevator itu 45 menit setelah menghisap rokok terakhir. Waktu 45 menit itu dianggap dapat untuk menetralisir napas seseorang setelah merokok. Peraturan ini diterapkan untuk memastikan udara di Balai Kota Iboma bebas dari zat-zat berbahaya yang didapat dari merokok.



"Ketika datang setelah merokok di luar, disebutkan bahwa dibutuhkan 45 menit agar konsentrasi zat berbahaya dalam napas seseorang dapat kembali ke normal seperti sebelum merokok," pernyataan yang tertulis di poster yang terdapat di gedung Balai Kota Ikoma dikutip dari Japan Today.

Poster itu juga meminta para perokok untuk mencari angin segara terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam gedung.

"Setelah merokok, Anda butuh angin segar untuk dapat mengambil dapas dalam-dalam sebelum kembali ke dalam," kata poster itu.

Lift itu diperkirakan dapat mendeteksi tubuh seseorang yang merokok sebelum naik lift. Belum diketahui secara pasti, hukuman yang bakal diberikan kepada para perokok yang melanggar peraturan ini. Namun, tahun lalu kota Ikoma menerapkan denda sebesar 20 ribu yen atau sekitar Rp2,5 juta untuk orang yang merokok di Stasiun Ikoma.


Diberitakan Soranews24, cara yang dilakukan Balai Kota Ikoma merupakan salah satu cara peraturan di Jepang untuk menekan angka perokok.

Sebelumnya, salah satu restoran cepat saji di Jepang Mos Burger mengumumkan bakal menutup semua area merokok dari 1.300 toko yang dimilikinya secara bertahap hingga Maret 2020, jelang Olimpiade Tokyo.

Kementerian Kesehatan Jepang saat ini fokus mengurangi jumlah perokok karena juga berdampak terhadap perokok pasif. Diperkirakan sekitar 15 ribu orang yang tidak merokok meninggal dunia akibat kanker, penyakit koroner dan lainnya karena menjadi perokok pasif. (rah/rah)