Hawaii Larang Tabir Surya yang Merusak Terumbu Karang

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 03/07/2018 16:43 WIB
Hawaii Larang Tabir Surya yang Merusak Terumbu Karang Ilustrasi (Dok. Greenpeace Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari tiga tahun belakangan ini, seperlima kawasan terumbu karang di dunia 'dipaksa' mati oleh keadaan, salah satunya ialah penggunaan tabir surya oleh manusia.

Mengutip Vox, sekitar 6-14 ribu ton tabir surya yang digunakan oleh manusia tercatat telah membunuh ekosistem bawah laut setiap tahunnya, salah satu yang terluka parah ialah terumbu karang, tempat ikan mencari makan.

Alasan itulah yang membuat Hawaii menjadi negara pelopor yang melarang pengunaan tabir surya yang mengandung oxybenzone dan octinoxate, dua bahan kimia penyebab rusaknya terumbu karang.


Oxybenzone dan octinoxate dapat memperlambat pertumbuhan terumbu karang, bahkan membuatnya menjadi pucat (berwana putih) akibat stres.

Sayangnya sebagaian besar tabir surya yang beredar di pasaran mengandung dua bahan kimia itu.

Status terumbu karang di Hawaii memang sudah terancam, hal ini terindikasi dari tingkat kepucatannya.

Pada tahun 2017, studi yang digagas oleh National Oceanis and Atmospheric Administration menemukan lebih dari 56 persen terumbu karang di Hawaii sudah memucat, sedangkan di Maui Barat sebesar 44 persen, dan di Oahu sebesar 32 persen.

Seorang peneliti terumbu karang, Jörg Wiedenmann, berpendapat kalau melarang tabir surya tidak akan sepenuhnya mengatasi measalah, karena banyak faktor yang merusak terumbu karang seperti pemanasan global, pemancingan yang berlebihan, hingga pengerusakan koral secara sengaja.

Namun ia mengakui dengan maraknya wisatawan yang menggunkan tabir surya, hal itu bisa menambahkan kerusakan terumbu karang. Salah satunya di perairan Hawaii.

Hawaii Melarang Tabir Surya yang Merusak Terumbu Karang Ilustrasi terumbu karang yang rusak. (Foto: Dok. Greenpeace Indonesia)

Mencari tabir surya ramah terumbu karang

Bagi yang ingin mencegah kerusakan terumbuh karang bisa mulai menghindari mengenakan tabir surya yang mengandung bahan oxybenzone dan octinoxate.

Namun selain itu ada beberapa bahan lain yang harus diperhatikan sekaligus tidak mengikutsertakannya ke dalam kandungan tabir surya.

Zat-zat tersebut adalah mikroplastik, zinc dioxide, titanium dioxide, 4-methylbenzylidene camphor, Octocrylene, Para-aminobenzoic acid (PABA), Methylparaben, Ethylparaben, Propylparaben, Butylparaben, Benzylparaben, dan Triclosan.

Sebaiknya jika ingin ke pantai, cukup gunakan produk tabir surya yang mengandung ultraviolet A dan ultraviolet B, serta minimal mengandung SPF 30.

(agr/ard)