Laporan Paris Couture Week

Bulu, Payet, dan Bunga Mini dalam Couture Fendi

Fandi Stuerz, CNN Indonesia | Jumat, 06/07/2018 11:51 WIB
Bulu, Payet, dan Bunga Mini dalam Couture Fendi Koleksi Fendi (Dok. Fandi Stuerz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satu hari setelah mengeluarkan koleksi haute couture untuk rumah mode Chanel, Karl Lagerfeld kembali untuk Rumah mode Fendi, yang identik dengan busana mewah dari bulunya.

Untuk musim ini, Fendi mengundang para jurnalis ke couture salon (sebuah butik untuk klien yang tertutup untuk umum) di Hotel d ela Salle untuk melihat kembali koleksi yang sehari sebelumnya ditampilkan di runway.

Setelah musim-musim sebelumnya Fendi mengeluarkan lini haute fourrure, couture khusus untuk busana bulu, dari chincila, sadle, hingga rubah, kini Fendi melebarkan sayapnya di lini couture.



Kali ini ada beberapa tampilan tidak memiliki bulu sehelai pun, meskipun ini adalah koleksi untuk musim dingin.

Koleksi musim dingin ini terlihat lebih ringan dan ringkih, namun ini tak berarti Fendi meninggalkan proses kompleks yang terlibat dalam tiap produksinya.

Pada koleksi berbulunya, Fendi menggabungkan beberapa macam bulu. Bulu-bulu ini dikombinasikan, didekonstruksi, dipecah, dipotong, disambung, digabungkan dengan material lain, ditaburi payet dan dilukis dengan tangan.

Sekilas, hal tersebut mungkin saja luput dari perhatian. Namun semua ini akan terlihat saat diamati perlahan.

Olahan material PVC digabungkan dengan tulle yang penuh sulaman, mantel-mantel bulu yang dihiasi emborideri bunga-bunga mini yang dirangkai dari sulaman bulu, hingga jaket coklat yang terlihat seperti bulu, namun dari dekat merupakan untaian ribuan payet coklat yang indah.


Meski sempat mendapat berbagai protes dari kelompok pecinta binatang karena penggunaan bulunya, namun Lagerfeld masih 'santai' memakai bulu sebagai bahan utama koleksinya.

Koleksi FendiFoto: Dok. Fandi Stuerz
Koleksi Fendi

Ketika gerakan anti bulu semakin kuat, dan label-label besar asal Italia seperti Gucci, Michael Kors, dan Versace yang meninggalkan bulu asli dan menggantinya dengan bulu sintetis, Fendi masih konsisten menggunakan bulu.

Mereka mengklaim tetap memerhatikan kode etik penggunaan bulu mulai dari asal material hingga proses pengolahan. Bagi mereka, sebuah label mewah bernilai lebih karena apresiasi tidak hanya ditunjukkan di hasil akhir, namun juga dalam proses menuju
hasil tersebut. (chs)