Plataran, Restoran Bersejarah Tempat Jokowi Umumkan Cawapres

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Kamis, 09/08/2018 19:21 WIB
Plataran, Restoran Bersejarah Tempat Jokowi Umumkan Cawapres Restoran Plataran Menteng (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Joko Widodo dan tokoh parpol koalisi pendukungnya menyambangi restoran Plataran Menteng di Jakarta Pusat, Kamis (9/8).

Pertemuan para Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal parpol koalisi di restoran tersebut bertujuan untuk finalisasi dukungan kepada Joko Widodo untuk maju sebagai calon presiden, serta mengumumkan cawapres pendampingnya.


Restoran ini berada di kawasan elit jalan HOS. Cokroaminoto no.42 Menteng. Restoran ini berdiri di kawasan seluas 1.500 meter persegi. Nama Plataran sendiri memiliki arti 'tempat yang paling disukai Tuhan'.


Restoran ini merupakan salah satu restoran 'antik' dengan desain rumah bergaya kolonial zaman dulu dan merupakan bangunan bersejarah.

"Itu bekas rumah dokter obgyn terkenal," kata Espiralina Puspa Tania, Cluster Marketing Communications Plataran Indonesia kepada CNNIndonesia.com, Kamis (9/8).

Restoran ini berdiri pada bulan Maret 2017 lalu.

Restoran dengan arsitektur kolonial Indonesia-Belanda ini dulunya milik seorang dokter kandungan keturunan Indonesia-Cina. Dokter kandungan ini terkenal karena membantu persalinan bayi-bayi keluarga terkenal di Jakarta, termasuk keluarga almarhum Presiden Soeharto.

Dokter kandungan tersebut bernama Lukito Husodo alias Liem Khe Loen.

Restoran Plataran MentengRestoran Plataran Menteng (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)


Tahun 1940, jalan HOS Cokroaminoto 42 masih dikenal sebagai jalan Djawa 42. Saat itu bangunannya masih menjadi asrama mahasiswa kedokteran bernama Geneeskundige Hogeschool te Batavia (GHS) yang kini dikenal sebagai UI.

Mengutip pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com, banyak murid dari sekolah kedokteran tersebut menjadi dokter terkenal dan profesional, salah satunya adalah Lukito Husodo atau Liem Khe Loen sebagai ahli kandungan atau ginekolog. Selain Lukito ada juga Hoo Swie Tjong (Hudono), dan Khouw Liep Boen (Boenyamin Setiawan) pendiri Kalbe Farma.


Lukito Husodo merupakan salah satu ginekolog terbaik di Indonesia. Lukito lahir pada 4 Agustus 1920 di Kebumen, Jawa Tengah.

Setelah lulus, tahun 1953, Lukito menikah dengan Nyoo Hope Elain. Selama perjalanan kariernya Lukito pun berpraktik di beberapa rumah sakit termasuk RSCM, RS Cikini, dan RS Boedi Kemuliaan. Sementara itu, di sore harinya dia berpraktik di rumahnya yang bersebelahan dengan asrama tersebut.

Dia pun mengakuisisi separuh bangunan lain yang dijadikan asrama ini menjadi rumahnya yang sudah diwariskan sejak tahun 1964.

Dalam perjalanan kariernya, Lukito pun menjadi anggota tim dokter kepresidenan selama masa kepemimpinan Soeharto. Dia pun membantu kelahiran kelima anak Soeharto dan beberapa cucu Soeharto. Lukito sendiri juga membantu kelahiran sang pemilik restoran, Plataran. Lukito juga menjadi dokter pribadi Ibu Tien Soeharto.

Lukito sendiri mendapatkan tanda jasa berupa Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial pada 26 Agustus 1974 dan juga Tanda Kehormatan Statyalancana Karya Satya pada 15 April 1986.

Rumah tersebut diwariskan kepada kelima anaknya. Rumah ini kemudian dijual kepada pemilik Plataran yang merupakan salah satu dari teman baik anak Lukito saat kuliah di AS.

Rumah ini memiliki nuansa yang asri sesuai dengan tanaman-tanaman rindang di kebun. Lukito memang disebut-sebut memiliki hobi berkebun terutama bunga anggrek. Inilah sebabnya sang pemilik Plataran berjanji untuk tetap mempertahankan layout bangunan kolonial dan arsitektur, kebun anggrek, pohon tua, dan kenangan di rumah tersebut.

Tanggal 2 Mei 2014 lalu, Lukito meninggal dunia dalam usia 93 tahun. Rumahnya pun akhirnya dijadikan restoran mewah dengan kuliner asli Indonesia.

Mengutip laman resmi Plataran, di tahun 2017, bekas kediaman Lukito ini mengalami renovasi besar-besaran. Bangunannya diperluas menjadi bangunan tiga lantai dan juga area rooftop.

Ruangannya dibuat lebih luas dan besar untuk menampung lebih banyak orang saat makan malam dan berbagai perhelatan lainnya.

Hanya saja sebagian bangunannya tetap dipertahankan sesuai bentuk aslinya. Ini termasuk dengan nuansa asri dan homey yang tetap dipertahankan.

Di dalam restorannya, interior klasik dengan tambahan detail batu bata merah yang tak diplester, foto hitam putih, meja, dan lampu kuno pun dipasang di dalamnya.

Pohon-pohon berkayu yang rindang juga ditempatkan di dalam restoran untuk menambah kesan asri.

Jangan lupakan soal makanannya, restoran yang mengusung konsep restoran makanan Indonesia ini juga menyediakan aneka makanan tradisional level up, seperti dendeng batokok, pindang serani, orak-arik pangsit udang, dan salad putri dewi. Selain itu, ada pula bola-bola cokro yang terbuat dari campuran daging ayam dan cumi giling yang dibentuk bola-bola dan disajikan dengan saus kacang.


(chs/vws)