HUT ke-73 RI

Hikayat Hotel Mewah nan Bersejarah di Indonesia

agr, CNN Indonesia | Jumat, 17/08/2018 13:09 WIB
Hikayat Hotel Mewah nan Bersejarah di Indonesia Ruangan di Hotel Majapahit, Surabaya. (CNN Indonesia/Silvia Galikano)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar tahun 1960-an Presiden Soekarno memprakarsai pembangunan sebuah hotel di kawasan Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat yang lahannya sempat dirampas Jepang. Tujuannya sederhana; ia ingin menikmati nuansa Laut Selatan.

Akhirnya pada tahun 1962 hotel itu dibangun dan rampung tiga tahun kemudian. Sayangnya Presiden Soekarno tidak sempat ber karena persoalan politik yang membuatnya ia lengser dari tampuk kepemimpinan.

Saat ini hotel tersebut dikenal dengan nama Inna Samudra Beach Hotel. Bahkan sebuah legenda mengatakan di salah satu kamar hotel ini merupakan tempat bermalam sang Ratu Kidul.


Kisah hotel-hotel di Indonesia memiliki beragam cara untuk membedahnya, mulai dari sudut pandang sejarah, arsitektur, hingga hal supranatural.

Jika bertanya tentang hotel pertama di Indonesia sebagian orang akan menunjuk Hotel Indonesia.

Informasi itu tidak sepenuhnya salah, mengingat hotel yang diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 5 Agustus 1962 ini memang hotel dengan standar dunia yang diperuntukkan bagi sektor pariwisata.

Namun jauh sebelum Hotel Indonesia didirikan, banyak bangunan peninggalan kolonial di berbagai daerah yang sudah difungsukan sebagai penginapan komersil.

Menilik dari sudut pandang sejarah berikut adalah hotel-hotel tua dan bersejarah di Indonesia:

1. Hotel Sriwijaya, Jakarta

Sejarah Hotel Sriwijaya bermula dari sebuah restoran yang dimiliki oleh Conrad Alexander Willem Cavadino, yang dibangun pada tahun 1863. Melihat usahanya berkembang, Cavadino memutuskan untuk membuat Hotel Cavadino sembilan tahun kemudian.

Hotel ini dibangun persis di pojokan Rijswik (sekarang Jalan Veteran) dan Citadelweg (kini Jalan Veteran I).

Hotel Cavadino sempat bertahan sampai tahun 1898, namun sejak 1899 hotel itu berubah nama menjadi Hotel du Lion d'Or.

Kemudian pada 1941 nama hotel tersebut menjadi Park Hotel, dan akhirnya pada pertengahan tahun 1950-an hotel tersebut berganti nama menjadi Hotel Sriwijaya.

2. Hotel Majapahit, Surabaya

Hotel Majapahit adalah sebuah hotel mewah bersejarah di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur. Dahulunya hotel ini bernama LMS, lalu Hotel Oranje.

Pada zaman penjajahan Jepang hotel ini berganti nama menjadi Hotel Yamato dan Hotel Hoteru.

Hotel yang dibangun pada tahun 1910 oleh Sarkies Bersaudara dari Armenia ini menjadi saksi bisu insiden perobekan bendera Belanda oleh 'banteng-banteng revolusi' di Surabaya.

[Gambas:Instagram]

3. Hotel Dibya Puri, Semarang

Sebelum bernama Dibya Puri, hotel yang dibangun pada tahun 1847 ini bernama Du Pavillon. Sejak dulu hotel ini adalah yang termewah di Semarang.

Pada tahun 1913 hotel ini mengalami perombakan besar-besaran untuk menyambut perhelatan Koloniale Tentoonstelling tahun 1914, sebuah pameran yang dianggap terbesar di Asia Tenggara saat itu.

Hotel ini juga pernah terdampak Pertempuran Lima Hari Semarang, sehingga mengakibatkan kerusakan yang dahsyat.

Sayangnya saat ini hotel yang telah menjadi Cagar Budaya itu terbengkalai.

4. Hotel Pelangi, Malang

Hotel ini berdiri pada tahun 1916 dengan nama Palace Hotel. Pada zaman penjajahan Jepang, hotel ini berubah nama menjadi Hotel Asoma.

Pada tahun 1953 hotel ini berubah namanya menjadi Pelangi.

Pemerintah Malang memutuskan tidak menguah bentuk bangunannya karena ingin menjadikan hotel tersebut sebagai salah satu ikon kota, bersama dengan bangunan-bangunan tua lainnya.

[Gambas:Instagram]

5. Hotel Savoy Homann, Bandung

Savoy Homann adalah hotel bintang empat yang berada di Jl. Asia-Afrika (dahulu Jalan Raya Pos). Awalnya bangunan ini bernama Homan, miliki keluarga Homann, imigran dari Jerman yang tiba di Bandung ada tahun 1870.

Bangunan hotel ini bergaya art deco dengan desain gelombang samudera. Arstekturnya adalah seorang warga Belanda bernama Albert F. Aalbers.

[Gambas:Instagram]

(ard)