HUT ke-73 RI

Tempat Bersejarah di Indonesia yang Fotogenik

agr, CNN Indonesia | Jumat, 17/08/2018 16:04 WIB
Tempat Bersejarah di Indonesia yang Fotogenik Warga berfoto di kawasan Kali Besar Kota Tua, Jakarta. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia tidak melulu soal panorama alam dan kebudayan lokal yang mengagumkan. Sejarah tentang peradaban di Nusantara juga meninggalkan lokasi yang tidak kalah menarik untuk diunggah ke laman instagram.

Sayangnya generasi millennial cenderung malas untuk mengeksplorasi tempat-tempat bersejarah di Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Hal itu bisa dipahami mengingat kesulitan akses atau sudah tak berbentuknya bangunannya.

Berikut adalah sejumlah objek wisata bersejarah yang layak dikunjungi dan sesungguhnya Instagram-able:


1. Kawasan Kota Tua, Jakarta

Pusat pemerintahan kota tua Batavia yang terletak di daerah Jakarta Barat dan Utara ini memiliki beragam titik yang bisa dijadikan lokasi untuk berswafoto, baik sendiri ataupun beramai-ramai.

Bangunan megah abad ke-17 yang berdiri di tempat ini menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.

Museum Fatahillah, Museum Bank Mandiri, hingga Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi lokasi yang ramai dikunjungi wisatawan untuk mengabadikan gambar.

[Gambas:Instagram]

2. Taman Sari, Yogyakarta

Tempat ini merupakan situs bekas taman istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Taman ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1758-1765.

Kompleks seluas 10 hektare ini dibagi menjadi empat bagian.

Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Bagian kedua adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun.

Kemudian bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua.

Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara komplek Magangan.

[Gambas:Instagram]

3. Benteng Fort Rotterdam, Makassar

Fort Rotterdam adalah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Gorontalo. Jika dilihat dari atas, struktur bangunan ini mirip dengan seekor penyu. Hal ini sesuai dengan filosofi yang diadopsi oleh Kerajaan Gowa.

Dalam Fort Rotterdam terdapat beberapa ruangan tahanan, atau penjara yang salah satunya merupakan tempat penahanan Pangeran Diponegoro.

Tak hanya itu, di tempat ini juga terdapat Museum La Galigo yang menyimpan 5.000 koleksi sejarah dan prasejarah.

[Gambas:Instagram]

4. Istana Maimun, Medan

Bangunan bersejarah peninggalan kesultanan Deli ini didominasi unsur Melayu, India, dan Spanyol.

Sekilas bangunan ini tampak mengadaptasi gaya Mughal, sebuah model arsitektur bernuansa Islam dari Persia yang lalu dipopulerkan oleh Kerajaan Mughal di India, lewat fasad besar beratap lengkung menyerupai kubah.

Di tempat ini masih ada koleksi lama yang dipajang di ruang pertemuan, seperti foto-foto keluarga sultan, perabot rumah tangga zaman Belanda kuno, dan berbagai jenis senjata.

5. Benteng Tolukko, Maluku

Dahulu benteng Tolukko dikenal dengan nama Benteng Hollandia, terletak di Kelurahan Sangadji, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate.

Benteng peninggalan Portugis ini dibangun di atas pondasi batuan beku.

Benteng ini dibangun Portugis sebagai pertahanannya dalam menguasai cengkih dan juga menguasai dominasinya di antara bangsa Eropa yang lain.

Pada tahun 1610 benteng ini diambil alih oleh Belanda  dan direnovasi oleh Pieter Both.

(ard)