Celoteh Wisata

Saat Wanita Menaklukan Motor Besar

agr, CNN Indonesia | Sabtu, 18/08/2018 14:50 WIB
Motor besar identik dengan pria dan petualangan. Tapi ternyata ada juga wanita yang sering melakukannya. Riri dan motor favoritnya saat melakukan perjalanan wisata. (Dok. Harley Davidson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi sebagian orang mengendarai kuda besi adalah sebuah metode untuk bersosialisasi. Tak heran jika tidak sedikit klub sepeda motor yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Usia bukani halangan utama, selama memiliki SIM dan sepeda motor, kegiatan touring bisa dilakukan.

Namun hal itu bukan alasan utama bagi seorang pengendara sepeda motor wanita asal Bandung, Riri. Ia memiliki alasan yang lebih filosofis untuk menunggangi sepeda motor.

Riri memilih sepeda motor sebagai sarana untuk menjelajah yang hakiki. Sebab baginya roda adalah sebuah aspek dalam kehidupannya yang tidak bisa terpisahkan.


Saat ini ia memilih menunggangi sepeda motor buatan Amerika Serikat, Harley Davidson. Sungguh pilihan berkendara yang jarang diimpikan wanita.

"Dari kecil saya sudah dekat dengan kegiatan outdoor yang ada hubungannya dengan roda. Saya pernah jadi atlet sepatu roda dan sepeda. Tapi karena tidak bisa meninggalkan akademik, akhirnya saya lebih memilih kuliah," ujar Riri, saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com lewat telepon, Kamis (16/8).

"Saat kuliah saya mencari kegiatan apa yang sekiranya bisa melanjutkan hobi saya yang berkaitan dengan roda. Akhirnya saya berkenalan dengan sepeda motor, dan sampai sekarang ini," lanjutnya.

Bagi Riri mengendarai motor adalah kebutuhan untuk relaksasi batin dan pikiran. Memaknai hidup dan berkontemplasi adalah hal yang ia dapatkan saat sedang berkendara.

Karena menurutnya di saat pengendara mengenakan helm, di sanalah momen perenungan itu bisa terjadi.

Wanita yang saat ini menjadi bagian dari keluarga besar Harley Davidson, menuturkan bahwa dirinya mulai menjajal mengendarai motor sejak tahun 2009.

Riri memulainya dari skuter kemudian meningkat hingga bermuara pada motor legendaris yang pertama kali dirakit di Milwaukee pada tahun 1903 itu.

Ketika Wanita Menunggagi Kuda Besi
Riri, biker wanita pengguna Harley Davidson. (Foto: Dok. Harley Davidson)

Ia masih ingat saat pertama kali menaiki sepeda motor 'bertubuh' besar ini untuk perjalanan wisata. Saat itu ia mencoba rute dari Lembang ke kota Bandung, yang notabene didominasi oleh jalan menurun.

Tapi ternyata Riri grogi bukan kepalang lantaran bobot motor. Ia pun digelayuti pikiran-pikiran negatif saat memulainya.

Namun setelah melakukan persiapan matang dan nekat memulainya, Riri merasa perjalanannya menjadi nyaman karena aspek teknis motor ini.

"Perlu fisik dan konsentrasi yang baik kalau mau naik Harley, karena secara tidak langsung pengendara ditutuntut untuk steady. Yang penting jangan khawatir banget kalau emang udah bisa naik motor," kata Riri.

Pada akhir perbincangan, perempuan yang memendam hasrat melakukan perjalan dengan sepeda motor ke Sulawesi dan Kalimantan ini pun meninggalkan pesan kepada para kaum hawa yang ingin menyalurkan hasratya mengendarai sepeda motor.

Baginya poin penting mengendarai sepeda motor adalah niat dan tekad yang besar.

"Kalau emang mau naik motor harus percaya diri, jangan takut panas, rambut acak-acakan, bau matahari, dan lain sebagainya. Karena kegiatan ini konsekuensinya adalah jauh dari citra cantik yang selama ini beredar di masyarakat," kata Riri.

(ard)