Deretan Kota Tua di Dunia yang 'Terjangkau'

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 20/08/2018 12:44 WIB
Deretan Kota Tua di Dunia yang 'Terjangkau' Ilustrasi. (Foto: AFP PHOTO / Marco BERTORELLO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Melihat pemandangan yang tidak ada di kawasan tempat tinggal adalah alasan utama setiap orang untuk berwisata, sedangkan mengunjungi tempat-tempat bersejarah adalah tujuan sebagian orang menjelajahi tempat baru.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh salah satu perusahaan e-commerce perjalanan terbesar di dunia, booking.com, kawasan kota tua adalah salah satu tujuan perjalanan paling populer di dunia.

Kota dengan arsitektur yang usang namun megah, ternyata masih menyimpan banyak pesona untuk ditamatkan oleh banyak orang. Khususnya saat liburan musim panas tiba.


Namun liburan musim panas layaknya pisau bermata dua bagi setiap wisatawan, di satu sisi momen hangatnya mentari adalah surga namun harga yang melonjak layaknya neraka.

Berikut adalah beberapa kota tua yang 'terjangkau' dikunjungi saat musim panas

Kotor, Montenegro

Kota tua Kotor adalah Situs Warisan Dunia UNESCO, dan salah satu kota abad pertengahan terbaik yang dilestarikan di daerah Adriatik.

Beberapa kegiatan bisa dilakukan di tempat ini seperti mendaki Benteng San Giovanni untuk melihat pemandangan kota tua, atau melakukan perjalanan dengan kapal ke ikon "Our Lady Of The Rocks", sebuah Gereja Katolik Roma yang bertengger di pulau kecil di Bay of Kotor.

Hindari keramaian dan kapal pesiar untuk berpergian di luar musim turis pada bulan Juli dan Agustus. Harga 50 persen lebih terjangkau mulai bulan November, ketika Anda masih bisa berharap mendapatkan hari-hari cerah yang cerah.

Sibenik, Kroasia

Sibenik adalah kota tertua di Adriatik yang mengesankan, meskipun kurang dikenal dan ramai dari Split dan Dubrovnik.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sini seperti mengunjungi katedral kapur putih di St. James, menaiki feri ke kawasan pemukiman nelayan terdekat untuk berbelanja perhiasan karang, atau sekadar menikmati minuman menyegarkan di sepanjang pemandangan tepi laut Dalmation.

Bulan November hingga Maret, harga bisa 80 persen lebih terjangkau jika dibandingkan dengan puncak liburan musim panas.

Pingyao, China

Pingyao dibangun pada abad ke-14, dan sering dianggap sebagai tembok kota kuno yang paling terawat.

Situs Warisan Dunia UNESCO yang masih mempertahankan peninggalan sejarahnya dari dinasti Ming dan Qing, menawarkan kunjungan ke Temple of Literature yang telah berusia berabad-abad untuk dapat belajar tentang filosofi Confusius serta menaiki tembok dan menara pengawas.

Untuk menemukan suasana kota yang paling tenang sekaligus harga yang terjangkau, berkunjunglah pada bulan Desember karena harga bisa 30 persen lebih terjangkau daripada saat puncak liburan musim panas.

Jika cukup beruntung, pengunjung bisa melihat kota kuno ini dilapisi dengan selimut salju yang membuat suasana nampak harmonis.

Bergamo, Italia

Berlokasi di Lombardy, jantung Bergamo ini tercipta dari dinding tua yang dikenal sebagai Citta Alta yang dikelilingi oleh benteng besar.

Berkeliling di sekitar tembok kota Venesia abad ke-16, dan naik kereta gantung bersejarah untuk menikmati pemandangan kota adalah beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di sana.

Tempat ini mulai 'sepi' pada bulan November, dengan harga akomodasi sekitar 20 persen lebih murah ketimbang puncak musim panas.

San Antonio de Areco, Argentina

San Antonio de Areco adalah kota kecil yang didirikan pada tahun 1730, dan merupakan tempat yang wajib dikunjungi bagi mereka yang menjelajahi The Pampas atau dalam perjalanan sehari dari Buenos Aires.

Beberapa aktivitas bernas bisa dilakukan di tempat ini seperti mengunjungi Museum Gaucho untuk mempelajari lebih lanjut tentang kehidupan dan menggali tradisi koboi Amerika Latin yang terkenal ini, berjalan-jalan di sekitar jalan-jalan kolonial abad ke-18, atau mengunjungi salah satu peternakan di kawasna kota tua San Antonio de Areco.

Pergi pada bulan November memungkinkan pengunjung untuk menikmati Fiesta de la Tradición, seminggu perayaan yang menampilkan gaucho menunggang kuda dan budaya. Selain itu, harga pada bulan ini lebih murah 20 persen ketimbang bulan lainnya.

Tallinn, Estonia

Dengan menara abad pertengahan, atap miring, dan halaman tersembunyi, membuat Tallin layaknya negeri di kisah dongeng klasik.

Menyusuri terowongan bawah tanah di atas kota yang dibangun pada abad ke-14 ini, memungkinkan para pengunjung untuk 'merasakan' sejarah warga Estonia. Mulai dari pendudukan Swedia di abad ke-17, hingga gudang tempat penyimpanan bom Perang Dunia II.

Kunjungilah Tallinn pada bulan November, jika ingin mengindari keramaian dan menikmati harga yang 20 persen lebih terjangkau ketimbang bulan Mei sampai September.

(agr)