Usia Jadi Faktor Penentu Keberhasilan Bayi Tabung

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 29/08/2018 13:41 WIB
Usia Jadi Faktor Penentu Keberhasilan Bayi Tabung Ilustrasi (CNN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak ada yang bisa menjamin program bayi tabung yang dilakoni pasangan suami istri bisa berhasil 100 persen. Namun, beberapa faktor disebut-sebut bisa menentukan program tersebut. Salah satunya adalah usia calon ibu.

Semakin muda usia calon ibu, semakin besar peluang keberhasilan program bayi tabung. Peluang bakal semakin menyusut ketika usia calon ibu melebihi 35 tahun. Pasalnya, semakin bertambahnya usia membuat kualitas dan jumlah sel telur seorang wanita berkurang.

"Kalau usia di bawah 35 tahun dengan stimulasi, sel telur masih cukup. Kalau di atas 40, (sel telur) semakin berkurang," ujar spesialis kandungan, dr Ivan Sini dalam konferensi pers di Klinik Morula IVF di Jakarta, beberapa waktu lalu.



Namun sayang, pada praktiknya, kebanyakan pasangan yang menjalani program bayi tabung adalah mereka yang berusia di atas 35 tahun atau setidaknya sudah menikah lebih dari 10 tahun.

Padahal, kata Ivan, jika pernikahan telah berjalan dua tahun tapi tak juga dikaruniai seorang anak, pasangan suami istri akan lebih baik untuk mulai mempertimbangkan program bayi tabung.

"Normalnya, pasangan yang berhubungan rutin sudah mendapatkan keturunan dalam setahun atau dua tahun pertama. Jika tidak, sebaiknya segera periksakan dan pertimbangkan bayi tabung. Tak perlu menunggu lebih lama lagi karena peluangnya akan semakin berkurang," kata Ivan.


Selain usia, beberapa faktor lain juga ikut menjadi penentu kesuksesan bayi tabung. Direktur Medis Morula IVF, Arie Adrianus Polim menjelaskan, kondisi hormonal dan anatomi rahim wanita, termasuk adanya kista, juga turut memengaruhi program IVF.

Faktor hormonal dan berat tubuh seorang wanita juga ikut memengaruhi hasil dari program bayi tabung. Pada sisi calon ayah, kondisi sperma juga ikut menjadi faktor penentu bayi tabung.

"Faktor lain seperti gaya hidup sehat dan tidak merokok juga memengaruhi kesuburan yang berdampak pada kesuksesan bayi tabung," ujar Arie.

Saat ini, angka keberhasilan bayi tabung di seluruh dunia mencapai 32 persen. Sedangkan angka keberhasilan bayi tabung di Klinik Morula IVF, kata Ivan, mencapai 40 persen. Total, Morula IVF Indonesia telah melahirkan sebanyak 3.300 bayi dari program inseminasi dan bayi tabung selama 20 tahun. (asr/chs)