Australia Incar Kedatangan Turis Asia Selatan dan Tenggara

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 03/09/2018 12:13 WIB
Australia Incar Kedatangan Turis Asia Selatan dan Tenggara Taman Nasional Uluru di Australia. (REUTERS/Phil Noble)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 196 ribuan turis Indonesia datang ke Australia setiap tahunnya. Dikutip dari data mliki Badan Pariwisata Australia (Tourism Australia), jumlahnya naik sebanyak 6,2 persen setiap tahunnya.

Dari total turis yang datang, sebanyak 75 persen kembali datang untuk yang kedua kalinya ke Australia.

Selain Indonesia, turis dari India, Singapura, Malaysia juga menyumbang jumlah kedatangan hingga 1,3 juta per tahunnya dan devisa yang dibawa AUS$5 juta per tahunnya.


Potensi tersebut dilirik oleh Tourism Australia dengan meluncurkan kampanye untuk pasar Asia Selatan dan Asia Tenggara yang bertujuan untuk mengubah persepsi dan stereotip tentang Australia di benak turis Indonesia, India, Singapura, dan Malaysia.

'UnDiscover Australia' secara spesifik menarget turis dari empat wilayah tersebut dengan mempromosikan tempat-tempat dan kegiatan-kegiatan yang tidak biasa, unik dan tak terduga di Australia.

Kampanye ini merupakan fase terbaru dari kampanye 'There's Nothing Like Australia'.

Kampanye UnDiscover Australia diluncurkan di Jakarta pada 1 September 2018 yang dihadiri oleh Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia yang baru, Senator Simon Birmingham MP.

"Ini adalah kali pertama wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara dijadikan bagian dari target program promosi pariwisata yang terintegrasi dan terkoordinasi," katanya, seperti yang dikutip dari keterangan resmi Tourism Australia pada Senin (3/9).

"Kedekatan geografis, peningkatan populasi kelas menengah yang pesat, peningkatan kapasitas penerbangan dan harga tiket pesawat yang semakin kompetitif, menghadirkan potensi pariwisata yang besar bagi Australia," lanjutnya.

[Gambas:Instagram]

Managing Director Tourism Australia, John O'Sullivan, yang turun datang juga mengatakan bahwa kampanye baru ini bertujuan untuk mendobrak mitos-mitos populer terkait Australia di antara turis dari Indonesia, India, Singapura, dan Malaysia.

Dikatakannya, salah satu tantangan yang mereka hadapi ketika mempromosikan pariwisata Australia di empat wilayah itu ialah para turis berpikir bahwa mereka sudah mengetahui semuanya tentang Australia.

Padahal masih banyak destinasi tersembunyi dan belum terjamah.

[Gambas:Instagram]

"Taman nasional Uluru-Kata Tjuta sangat cocok sebagai tempat untuk melihat matahari terbenam dan ber-selfie, tetapi ternyata tempat ini juga menawarkan instalasi cahaya Field of Light yang dapat dinikmati di malam hari. Anda pun dapat menonton pertandingan cricket di Adelaide Oval yang megah, tetapi apakah orang-orang tahu kalau mereka juga bisa melakukan tur ke puncak gedung yang menawarkan pemandangan 360° kota Adelaide? Pengalaman-pengalaman mengejutkan seperti ini yang akan kami tampilkan melalui kampanye ini," ungkapnya.

O'Sullivan menyatakan bahwa elemen-elemen penerbangan yang ditunjukkan dalam kampanye ini bertujuan untuk mematahkan beberapa mitos tentang jarak dan waktu perjalanan.

Sebagai contoh, durasi yang singkat serta biaya penerbangan yang terjangkau ke Perth akan membuat Australia menjadi destinasi yang menarik di mata turis Indonesia, India, Singapura, dan Malaysia.

(ard)


BACA JUGA