Love Hotel, Penginapan Sarat Birahi Sejak Abad ke-17

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 04/09/2018 18:28 WIB
Love Hotel, Penginapan Sarat Birahi Sejak Abad ke-17 Ilustrasi. (AFP PHOTO / Behrouz MEHRI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada dasarnya love hotel adalah sebuah penginapan yang didesain untuk para pasangan yang hendak mencurahkan hasrat seksual mereka. Nama love hotel disebut berasal dari nama sebuah hotel di Osaka, Jepang, yaitu Hotel Love yang dibangun pada tahun 1968.

Bahkan ada yang mengatakan jika konsep love hotel ada sejak zaman keshogunan Tokugawa di Edo, atau sekitar abad ke-17.

Sebagai penanda love hotel, biasanya berbagai simbol disematkan di depan pintu agar bisa menjadi pembeda dengan hotel-hotel yang lain.


Simbol itu biasanya adalah lampu-lampu neon berlambang hati atau hal-hal lain yang mengandung unsur cinta.


Desain romantis dan perlengkapan untuk mewujudkan fantasi seks para tamu adalah fasilitas dan layanan utama di love hotel. Jadi tidak usah heran jika tersedia alat bantu seks di dalam kamar.

Citra love hotel memang lekat dengan area prostitusi atau zona merah. Biasanya love hotel mudah ditemukan berada di dalam gang yang dekat dengan lokasi keramaian umum seperti bandara, stasiun, dan tempat hiburan.

Di area Kabukicho di Shinjuku, Tokyo, banyak ditemui love hotel. Tarif menginapnya mulai dari Rp1 juta per malam.

Love hotel di Jepang juga dibangun dengan beragam tema, mulai dari rumah sakit, kebun binatang, sampai penjara.

Meski demikian pemerintah Jepang memiliki syarat yang ketat untuk mengizinkan love hotel beroperasi, agar tak terkesan sebagai arena prostitusi.

Namun beragam istilah love hotel justru lahir untuk "mengelabui" regulasi yang ketat ini, seperti romance hotel, fashion hotel, atau couple hotel.


Kini love hotel tidak hanya ada di Jepang, melainkan beberapa daerah seperti Korea Selatan, Thailand, Singapura, taiwan, Hong Kong, bahkan India.

Mengutip CNN Travel, diperkirakan industri love hotel di Jepang mampu meraup keuntungan sebesar US$40 miliar (sekitar Rp598 triliun) selama setahun.

Hal ini jauh lebih besar jika dibandingkan industri anime di Jepang.

Pada tahun 2006, seluruh love hotel di jepang yang berjumlah sekitar 37 ribu unit mampu menarik 500 juta pengunjung dari seluruh penjuru dunia.

(agr/ard)