Batik dan Tenun Jadi Busana Resmi IMF-WB 2018

Dinda Audriene, CNN Indonesia | Kamis, 06/09/2018 11:10 WIB
Batik dan Tenun Jadi Busana Resmi IMF-WB 2018 Ilustrasi batik. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menetapkan batik dan tenun sebagai pakaian resmi dalam gelaran sidang tahunan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dan Bank Dunia (World Bank) di Nusa Dua, Bali pada Oktober 2018 mendatang.

Sekretaris Panitia Nasional Pertemuan IMF-WB Kementerian Keuangan, Adi Budiarso mengatakan, hal itu sengaja dilakukan guna memanfaatkan momentum untuk memamerkan kebudayaan Tanah Air.

"Kami usulkan dan disetujui batik jadi pakaian resmi. Tak hanya batik di Jawa, tapi juga batik dan tenun," ungkap Adi, Rabu (5/9).



Tak hanya memamerkan batik dan tenun, beragam cita rasa kuliner juga akan disuguhkan oleh pemerintah kepada peserta IMF-WB. Selain itu, kerajinan tangan atau karya seni khas Indonesia juga tak lupa diperlihatkan sepanjang gelaran internasional itu berlangsung.

"Ada sebuah etalase di mana peserta bisa melihat kerajinan tangan Indonesia," terang Adi.

Dalam hal ini, pemerintah juga akan memanfaatkan IMF-WB untuk lebih memperkenalkan berbagai macam kawasan wisata di Indonesia. Dari situ diharapkan dampak ekonomi tak cuma terasa di Bali, tapi juga di kawasan wisata lainnya.

"Potensi yang bisa ditonjolkan itu dari pelaku wisata. Jadi bisa ke Mandalika dan lain-lain," kata Adi. Gelaran ini jadi momentum tepat untuk mempromosikan kekayaan Nusantara kepada 15 ribu peserta asing IMF-WB yang diperkirakan hadir. (asr/chs)