Presiden Tanzania Larang Warga Gunakan Kontrasepsi

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/09/2018 12:00 WIB
Presiden Tanzania Larang Warga Gunakan Kontrasepsi Ilustrasi kontasepsi (Istockphoto/grinvalds)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kontrasepsi dianggap penting bagi sebagian negara. Beragam metode kontrasepsi dan pentingnya perencanaan keluarga diinformasikan oleh sejumlah negara.

Namun, informasi mengenai pentingnya kontrasepsi tak berlaku bagi Tanzania. Presiden Tanzania, John Magufuli justru tak setuju dengan penggunaan kontrasepsi.

Magufuli mengingatkan wanita Tanzania untuk tidak lagi menggunakan kontrasepsi dengan metode apa pun. Pada media lokal, dia menyampaikan bahwa negaranya justru memerlukan lebih banyak lagi penduduk.


"Anda punya ternak. Anda peternak yang besar. Anda dapat memberi makan anak-anak anda. Kenapa berusaha mengontrol kelahiran? Ini opini saya, saya melihat tak ada alasan untuk mengontrol kelahiran di Tanzania," kata Magufuli dalam sebuah pidato dilansir dari AFP.

Magufuli yang mengaku kerap berkunjung ke negara-negara di Eropa, melihat efek negatif penggunaan kontrasepsi. Menurutnya, kontrol kelahiran hanya membuat sebuah negara justru menghadapi penurunan pertumbuhan penduduk.


"Mereka kekurangan sumber daya manusia," imbuh Magufuli.

Magufuli mendorong orang Tanzania untuk tidak memikirkan nasihat-nasihat terkait kontrasepsi. Dirinya menekankan pentingnya bereproduksi. "Perempuan kini bisa mengakhiri penggunaan kontrasepsi," kata Magufuli.

Tanzania diketahui memiliki populasi penduduk sekitar 60 juta jiwa. Jumlah ini melonjak sebanyak 10 juta jiwa sejak 1961.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memprediksi populasi orang Afrika bakal tumbuh dua kali lipat yakni sekitar 2,5 milyar jiwa pada 2050. Bahaya ledakan pendudukan akan terjadi jika pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja gagal diimbangi. (els/asr)