Laporan dari Paris

'Tarian' Dior Membuka Paris Fashion Week

Fandi Stuerz, CNN Indonesia | Selasa, 25/09/2018 15:24 WIB
'Tarian' Dior Membuka Paris Fashion Week Rumah mode Christian Dior membuka Paris Fashion Week di fasilitas pacuan kuda, dengan tema "tarian". (Reuters/Gonzalo Fuentes)
Paris, CNN Indonesia -- Bonjour!

Paris Fashion Week telah dimulai hari ini, Selasa (25/9), setelah sebelumnya New York, London, dan Milan menyuguhkan perhelatan pekan mode untuk musim panas 2019.

Mode Rumah Christian Dior menjadi pembuka #PFW, yang akan berlangsung paling lama dari semua pekan mode, yakni 8 hari, hingga 2 Oktober mendatang.


Ini adalah taktik brilian untuk industri pariwisata Paris karena para tamu dan fashionista diharapkan untuk berada di Paris sejak hari pertama, setelah sebelumnya rumah-rumah mode besar menggelar pegelaran mereka mereka di hari kedua atau ketiga. Gelaran dalam kalender resmi yang akan menjadi penutup adalah Louis Vuitton, pada 2 Oktober.

Rumah Dior membuka etape terakhir dari fashion month yang panjang ini dengan memilih lokasi baru. Tidak seperti musim-musim sebelumnya--yang terletak di Musee Rodin, Dior memilih Hippodrome de Longchamp, fasilitas pacuan kuda seluas 57 hektar di kota Paris. Lokasi ini sangat luas, sampai-sampai sebuah peta untuk menemukan lokasi pertunjukan disematkan di setiap undangan.
Sebagai salah satu rumah mode yang secara rutin menggelar mega show, Christian Dior tidaklah mengecewakan.

'Tarian' Dior Membuka Paris Fashion WeekSebanyak 87 tamplan dari Dior muncul dengan siluet feminim yang aman. (Reuters/Gonzalo Fuentes)
Sebuah mega venue didirikan, bertuliskan kutipan-kutipan yang mengisyaratkan tema gelaran kali ini, yakni tarian. Kalimat seperti "Tarian, tarian, kalau tidak kita akan hilang" oleh Pina Bausch, penari dan koreografer Jerman yang dikenal dengan Tanztheatre, atau tari teater.

"Tarian adalah gerakan alam semesta yang terkonsentrasi pada individu" oleh penari revolusioner awal abad 20 Isadora Duncan; dan "Sebuah cerita berasal dari dalam tubuh" oleh Sharon Eyal, menjadikan pintu masuk ke venue sangat Instagrammable.

Sharon Eyal, seorang koreografer asal Israel, menciptakan koreografi tarian kontemporer yang memikat, di mana para penari dibanjiri oleh confetti dengan mengenakan bodysuit yang dihiasi dengan imaji hutan, matahari, dan bintang. Penari-penari begitu melodis, dengan gerakan yang menampilkan pesona puitis.

Namun demikian, bagaimana dengan koleksi runway-nya?
Sebanyak 87 tampilan muncul dengan siluet-siluet feminin yang aman: Prairie dress, bar jacket legendaris yang dipasangkan dengan celana selutut, celana panjang, serta sederet pantsuit berwarna pastel dan biru tua menjadi key looks dari koleksi ini.

Rok lipit dengan atasan plunging neckline, cape berwarna ombre, gaun tulle yang ringan meliuk, dan gaun-gaun berbahan jersey tanpa lengan terlihat seperti koleksi-koleksi Maria Grazia terdahulu.

Yang menarik adalah kehadiran fishnets, yang dijadikan atasan lengan panjang serta lipititan, sulaman, serta dekorasi bunga-bunga yang kompleks yang terbuat dari bulu.

Ketika lampu akhirnya redup, semua model berbaris, bersinggungan dengan para penari di atas panggung. Pakaian-pakaian itu mungkin tidak memainkan peran besar dalam show.

Meskipun demikian, sebuah efek pertunjukan teater yang megah hadir dan menjadi sebuah mukadimah pekan mode yang menawan. (stu)


BACA JUGA