Pulau Penyengat Akan Disulap Jadi Pusat Belajar Al Quran

ANTARA, CNN Indonesia | Selasa, 25/09/2018 17:24 WIB
Pulau Penyengat Akan Disulap Jadi Pusat Belajar Al Quran Masjid Raya Sultan Riau menjadi salah satu objek wisata religi di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. (CNNIndonesia/Vega Probo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau akan menetapkan Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang sebagai Pulau Tahfiz Al Quran.

Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, saat pidato Hari Ulang Tahun Ke-16 Kepri di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (24/9), mengatakan Pulau Penyengat merupakan pulau religi yang menyimpan sejarah kejayaan Kerajaan Riau-Lingga-Pahang, yang layak menjadi pusat penghapal Al Quran.

Ia menginginkan seluruh anak-anak, remaja, dan orang tua dapat menimba ilmu pengetahuan tentang Islam di Pulau Penyengat.


"Kami mengharapkan di pulau ini akan lahir para tahfiz muda yang berbakat, memiliki pengetahuan agama yang baik dan berkualitas," kata Nurdin, seperti yang dikutip dari Antara.

Sejumlah aktivis mahasiswa dari organisasi yang berbasis Islam sejak beberapa tahun lalu sudah mendirikan Rumah Tahfiz di Pulau Penyengat.

Mereka menjadi relawan yang mengajar Al Quran kepada anak-anak dan remaja.

"Keseimbangan dunia dan akhirat dibutuhkan, selain pemerintah menargetkan lahir generasi muda yang berkualitas dan bermoral. Al Quran adalah sumber ilmu pengetahuan," lanjutnya.

Nurdin mengatakan di Pulau Penyengat terdapat Masjid Raya Sultan Riau sebagai salah satu objek wisata religi. Sejarah Kerajaan Melayu juga melekat dengan nilai-nilai keislaman di sana.

Dari Pulau Penyengat juga lahir tokoh agama, tokoh bahasa, dan ksatria tangguh.

'Gurindam 12' karya Raja Ali Haji yang kaya dengan nasihat dan nilai keislaman untuk kehidupan juga lahir dari sana.

"Kami menargetkan anak-anak dapat menghafal Al Quran dalam waktu singkat. Satu jam hafal satu ayat pendek," katanya.

Ia berharap, kelak Pulau Penyengat jadi lebih dikenal karena mencetak banyak tahfiz-tahfiz muda.

"Jadi pulau ini tidak hanya dikenal sebagai tempat wisata, melainkan tempat menimbah ilmu agama," katanya.

(ard)