Terbuai Laut dan 'Makanan Beracun' di Kepulauan Kei

ANTARA, CNN Indonesia | Senin, 24/09/2018 16:16 WIB
Terbuai Laut dan 'Makanan Beracun' di Kepulauan Kei Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Barangkali jika ada yang menyebut nama Kepulauan Kei, banyak orang yang belum pernah mendengarnya. Wajar saja karena deretan pulau kecil yang terdapat di Provinsi Maluku ini belum seterkenal Bali atau Lombok, namun potensi wisata baharinya tak kalah memesona.

Laut berwarna biru dan toska yang jernih, beragam jenis ikan, pantai berpasir putih dan lainnya, pasti mengundang siapa pun pecinta alam bebas untuk berkunjung.

Bahkan sebuah pantai bernama Ngurbloat, atau yang lebih dikenal oleh warga Kota Tual dengan sebutan Pantai Pasir Panjang, disebut sebagai pantai dengan pasir terhalus kedua di dunia setelah Hawaii.


Pasir putihnya membentang sekitar lima kilometer, ribuan pohon kelapa yang terhampar di pinggir pantai, air laut yang jernih membiru dan ombak yang tenang, akan membuat pengunjung betah berlama-lama ditempat ini.

Masih banyak lagi objek wisata bahari di Kepulauan Kei yang mulai naik daun sejak 2017, seperti Pantai Ngur Sarnadan, Ohoi Lilir, Ohoi Ngilngof, Pasir Timbul Ngurtavur, Pulau Bair, dan beragam destinasi wisata lainnya.

Tak hanya urusan pemandangan, keunikan lain yang dimiliki oleh kepulauan Kei adalah 'menjinakkan' racun menjadi makanan.

Embal atau makanan yang diolah dari bahan dasar berupa singkong beracun (kasbi) yang mengandung sianida, dijadikan konsumsi oleh masyarakat setempat. Embal merupakan pati kasbi yang proses pembuatannya hampir sama seperti membuat sagu.

Tetu saja tidak ada nyawa yang terbuang sia-sia akibat makanan ini, karena prosesnya yang cukup rumit.

Pertama kasbi dikupas terlebih dahulu kemudian dicuci hingga bersih. Setelah itu, kasbi diparut. Hasil parutan ditampung dalam karung lalu karung diperas. Proses pemerasan ini yang akan menghilangkan racun kasbi.

Hasil perasan dibiarkan semalaman hingga terpisah antara air dengan endapannya. Endapan inilah yang menjadi tepung yang diproses menjadi embal.

Seperti yang dikutip dari Antara, Senin (24/9), embal dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, seperti embal bubuhuk, yaitu campuran embal dengan kelapa yang melalui proses pembakaran. Embal bubuhuk tidak memiliki rasa alias hambar, dan biasanya dimakan dengan ikan kuah kuning.

Selain embal yang menjadi makanan khas, bahkan saat ini menjadi buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung, banyak lagi makanan setempat yang menggugah selera.

Seperti olahan rumput laut yang dinamakan lat. Lat serupa urap, akan tetapi dengan bahan utama rumput laut yang memang banyak tumbuh di kepulauan itu.

Cita rasa lat yang segar karena diolah tanpa dimasak terlebih dahulu dipadu dengan kelapa parut yang diberi bumbu berasa pedas dan gurih, akan mampu menggoyang lidah.

Selain embal yang menjadi makanan khas, bahkan saat ini menjadi buah tangan bagi wisatawan yang berkunjung, banyak lagi makanan setempat yang menggugah selera.

Seperti olahan rumput laut yang dinamakan lat. Sekilas lat mirip dengan urap, namun bahan utamanya adalah rumput laut segar karena memang banyak tumbuh di kepulauan Kei. (agr)