Cara 'Bermartabat' Menikmati Persimpangan Shibuya

Tim , CNN Indonesia | Rabu, 26/09/2018 07:59 WIB
Cara 'Bermartabat' Menikmati Persimpangan Shibuya Shibuya adalah salah satu kaasan terpadat di dunia. (Foto: AFP PHOTO / Martin BUREAU)
Jakarta, CNN Indonesia -- Shibuya adalah salah satu distrik di Tokyo, Jepang, yang dikenal sebagai kawasan terpadat di dunia. Di sana terdapat banyak dibangun pusat pertokoan yang tak jarang dikunjungi oleh wisatawan, khususnya dari mancanegara.

Distrik Shibuya juga populer akan persimpangan jalannya yang ramai. Tentunya hal seperti ini bisa menjelma sebagai sebuah pemandangan yang menyenangkan bagi sebagian orang.

Mengutip live japan, belum lama ini ini sebuah pusat perbelanjaan di Shibuya menawarkan cara baru untuk mengabadikan pemandangan indah ini.


Salah satunya adalah dengan metode Crossing Photo dengan memasang sebuah kamera di bagian atap. Cara ini memungkinkan seseorang untuk melihat persimpangan Shibuya dari atas, seperti menggunakan drone.

Crossing Photo ini dipatok dengan harga 1000 yen atau sekitar Rp130 ribu untuk 100 detik. Tiket Crossing Photo bisa dibeli di mesin penjual otomatis di lantai satu pusat perbelanjaan bernama Magnet by Shibuya.

Cara kerjanya cukup mudah, pengunjung hanya perlu memindai kode QR di tiket yang sudah dibeli dengan perangkat android. Setelah itu, pembeli akan dibawa ke sebuah situs yang mengungkinkan untuk mengambil foto dari jarak jauh.

Kemudian silakan mengambil foto sebanyak-banyaknya selama 100 detik. Biasanya akan ada 9 atau 10 foto yang dihasilkan. Terakhir, foto bisa langsung diunduh dari situs tersebut.

Selain bisa mengabadikan pemandangan ini, bagi siapapun yang hanya ingin bersantai bisa duduk di Crossing View. Biaya tiket masuknya yakni 500 yen atau sekitar Rp 65 ribu.

[Gambas:Instagram]

Tiket bisa dibeli dari mesin penjualan otomatis yang terletak di lantai satu pusat perbelanjaan tersebut. Dari tempat tersebut, pengunjung bisa menonton orang-orang yang membanjiri persimpangan Shibuya.

Sementara itu, Crossing View ini adalah ruang terbuka yang tidak memiliki atap. Maka Anda perlu jeli, apakah langit Shibuya akan panas, cerah, atau hujan.

Ketika musim hujan pemandangan Shibuya dari atas akan tampak lebih artistik, karena bisa melihat payung warna-warni yang digunakan oleh pejalan kaki. Namun jangan lupa lindungi diri dari air hujan.

[Gambas:Instagram]

Crossing View menerapkan aturan yang tidak mengijinkan pengunjung untuk membawa perlengkapan perlindungan diri dari air hujan, untuk itu mereka menjual jas hujan di sebelah mesin penjual tiket. Jas hujan itu bisa dimiliki dengan harga 300 yen atau sekitar Rp39 ribu. (agr)