Laporan dari Paris

Hentakan Spektakuler 'Ready-to-Wear' Yves Saint Laurent

Fandi Stuerz, CNN Indonesia | Rabu, 26/09/2018 18:19 WIB
Hentakan Spektakuler 'Ready-to-Wear' Yves Saint Laurent Latar belakang Menara Eiffel menjadikan pegelaran Yves Saint Laurent di Paris Fashion Week kian dramatis. (Reuters/Stephane Mahe)
Paris, CNN Indonesia -- Saint Laurent mungkin menjadi rumah mode yang mendapatkan lokasi terbaik untuk pertunjukan musim panas 2019 mereka. Menara Eiffel, yang setiap tahun dikunjungi oleh lebih dari tujuh juta orang, menjadi backdrop berkilau layaknya discoball untuk pertunjukan mereka.

Dengan baris depan yang dipenuhi dengan para bintang, Anthony Vacarello menampilkan keglamoran kebebasan seksual yang lekat dengan era 60an hingga 80an.

Terlihat Kate Moss, Cindy Crawford, Matt Dillon, Salma Hayek, bintang korea Lee Sung Kyung, dan (secara mengejutkan) Lindsay Lohan memenuhi barisan terdepan yang menghadap sebuah kolam besar di Fountain du Trocadero dan 10 pohon palem buatan berwarna putih menyala.


Beberapa pengunjung pun langsung bertanya-tanya, apakah para model nanti akan berjalan 'di atas air'.

Hentakan Spektakuler 'Ready-to-Wear' Yves Saint LaurentAnthony Vaccarello menampilkan glamorisasi di atas panggung runway Paris Fashion Week 2018. (Foto: REUTERS/Stephane Mahe)

Benar saja. Ketika para model keluar, mereka berjalan di runway yang dibangun di dalam kolam, dan dengan suara berkecipak. Segera saja boots-boots kulit ular dan disco heels terendam air sedalam dua sentimeter. Efeknya begitu dramatis, dengan referensi biblical yang nyaris membuat para tamu undangan histeris.


Dibuka dengan setelan berwarna hitam dengan kemeja terbuka dan boots ular Piton, Anthony Vacarello menampilkan kreasi Saint Laurent yang tidak jauh beda dari koleksi-koleksi blockbuster sebelumnya.

Dominasi kombinasi hitam, putih, dan perak, dengan tailoring tajam ala YSL dan styling yang seksi, hampir menjadi garansi bahwa koleksi ini akan laris manis.

Hentakan Spektakuler 'Ready-to-Wear' Yves Saint LaurentPara model keluar dan berjalan di runway yang dibangun di dalam kolam, dengan suara berkecipak. (AFP/Francois Guillot)
Kemudian, tampil setelan tuksedo, siluet-siluet boyish, celana high-waist dengan rockstar boots berwarna emas, atasan putih mutiara lengan panjang dengan hotpants denim.

Model Kaia Gerber mengenakan jaket berwarna merah dengan kemeja Victorian yang penuh dengan renda-renda bertumpuk dan syal bermotif macan tutul, dipasangkan dengan celana mid-calf dan sepatu hak studded terbuka menimbulkan kesan festival musik rock yang ditinggalkan oleh Hedi Slimane yang masih sangat terasa, namun terlihat lebih matang dan berani.


Salah satu exit menampilkan sebuah gaun mini dengan hiasan bulu di bagian dada yang terbuka. Model Anja Rubik, yang merupakan muse Anthony Vacarello, mengenakan bodysuit berlengan panjang. Ia bahkan meminta colorist Lena Ott untuk mengubah warna rambutnya menjadi warna oranye seperti David Bowie di film klasik 1976 The Man Who Fell to Earth.

Peragaan koleksi Saint Laurent Spring/Summer 2019 digelar di balik bayang-bayang Menara Eiffel, Paris, Prancis.Peragaan koleksi Saint Laurent Spring/Summer 2019 digelar di balik bayang-bayang Menara Eiffel, Paris, Prancis. (Foto: REUTERS/Stephane Mahe)

Topi-topi lebar dan fedora, kacamata berbentuk segitiga terbalik, serta headband yang berkilau pun melengkapi koleksi  YSL di Paris Fashion Week dan menjadikannya segar, muda, dan bervoltase tinggi.

Inilah yang menjadi ciri khas rumah mode Saint Laurent, di mana Monsieur Yves Saint Laurent sendiri yang kala itu membuka label Rive Gauche nya untuk memperkenalkan lini siap pakai yang tidak terlalu berat seperti haute couture, namun tetap berkualitas tinggi.

Kemampuan menangkap zeitgeist inilah yang mendukung kesuksesan Saint Laurent, termasuk dalam segi penjualan.

Di kala rumah mode lain mengandalkan produk kulit seperti tas dan aksesori lain untuk mendongkrak omset, Saint Laurent menjadi satu dari sedikit rumah mode dimana penjualan ready-to-wear sangatlah kuat. (stu/stu)


BACA JUGA