Penyakit Tikus Pertama pada Manusia Ditemukan

Tim, CNN Indonesia | Senin, 01/10/2018 11:48 WIB
Penyakit Tikus Pertama pada Manusia Ditemukan ilustrasi kedokteran (Pexels/Wesley Wilson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk pertama kalinya kasus hepatitis E tikus ditemukan pada manusia di Hong Kong. Penyakit ini muncul pada seorang pria berusia 56 tahun. 

Peneliti meyakini hepatitis E tikus ini ditularkan melalui tikus yang terinfeksi di saluran pembuangan sampah di dekat rumahnya. Alhasil, virus ini jadi salah satu virus yang patut dikhawatirkan.

"Virus hepatitis E tikus sekarang masuk dalam daftar infeksi ini sebagai patogen penting yang dapat ditularkan dari tikus ke manusia," kata peneliti yang merupakan asisten profesor klinis di University of Hong Kong Siddharth Sridhar, seperti dikutip dari CNN.



Hepatitis E tikus ini dideteksi setelah pria itu menjalani transplantasi hati akibat infeksi kronis hepatitis B. Setelah itu, dia terus menunjukkan tanda-tanda fungsi hati yang tidak normal tanpa diketahui penyebab yang jelas.

Sridhar menjelaskan hasil diagnosis menunjukkan terdapat respons imun terhadap hepatitis E, penyebab utama virus hepatitis pada manusia di seluruh dunia. 

Namun, hasil tes bentuk virus yang seharusnya ada pada manusia menunjukkan negatif. Peneliti justru menemukan genetik virus yang menginfeksi pria itu menunjukkan kesamaan dengan virus yang ada pada tikus.

Pria itu lalu diberi pengobatan antivirus dan dinyatakan sembuh.


"Pria itu sudah sembuh, saat ini kami tidak lagi mendeteksi virus itu dalam spesimen klinis," kata Sridhar. 

Selama ini, penyakit dari tikus diketahui tak dapat menular ke manusia. Peneliti mengaku tak menaruh perhatian pada penularan penyakit dari tikus ke manusia. Sebelumnya, penelitian pernah dilakukan pada monyet karena sangat rentan dan dekat dengan manusia.

"Hasil percobaan laboratorium sebelumnya menemukan bahwa virus hepatitis E tikus tidak dapat ditularkan ke monyet, dan virus hepatitis A manusia tidak dapat ditularkan ke tikus," ungkap Sridhar.

Sebagai tindak pencegahan, Sridhar menyarankan untuk memerhatikan sampah dan populasi tikus di lingkungan agar terhindar adari hepatitis E tikus. (ptj/chs)