Lucifer Fingers, Sang Primadona Lautan Portugal

Tim, CNN Indonesia | Senin, 01/10/2018 17:40 WIB
Lucifer Fingers, Sang Primadona Lautan Portugal Lucifer Fingers, makanan hasil laut yang diburu nelayan dan pecinta makanan (Istockphoto/Sbossert)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di perairan Portugal yang dalam, para nelayan memburu Lucifer Fingers atau jari-jari Lucifer.

Mendengar kata Lucifer mungkin yang terbayang adalah sosok yang menyeramkan dan mistis. Namun Lucifer itu tak ada hubungannya dengan Lucifer Finger's.

Lucifer fingers yang hidup di perairan Porugal ini termasuk jenis binatang laut. Binatang laut golongan udang ini bahkan terlihat menyeramkan  karena memiliki tubuh tebal seperti tabung berwarna hitam kecokelatan yang disertai jari kaki seperti cakar.



Walau tampak menakutkan Lucifer's Fingers justru dicari karena kelangkaan dan kelezatan rasanya. Binatang ini bahkan berjuluk primadona atau truffle laut. Truffle merupakan jamur primadona yang beraroma harum dan memiliki harga yang mahal.

Sama seperti truffle, seporsi Lucifer's Finger di restoran di Portugal dan Spanyol dihargai US$115 atau sekitar Rp1,7 juta, harga yang terbilang fantastis untuk sepiring makanan laut. 

Masyarakat lokal mengolah Lucifer's Finger ini hanya dengan satu cara. Panganan ini diolah dengan merebusnya dalam air asin selama tak lebih dari satu menit dan siap untuk dihidangkan. Soal rasa yang muncul, pecinta kuliner menganggap tak salah Lucifer Fingers mendapat predikat truffle laut.

Rasa yang lezat dan sulitnya mendapatkan Lucifer's Finger menjadi salah satu penyebab harga yang mahal. Untuk mendapatkannya, nelayan mesti mempertaruhkan nyawa di laut zona intertidal atau pasang surut. Pasalnya, hewan yang tak bisa dibudidayakan ini hanya hidup di bebatuan zona intertidal yang memiliki banyak plankton dan diterpa ombak besar.


Nelayan yang boleh menangkap percebes hanya mereka yang sudah memiliki izin dan lihai menyelam. Ada dua pilihan cara untuk mengambil Lucifer's Finger ini yakni menuruni tebing setinggi 100 meter dengan bantuan tali saat air surut atau dengan perahu dan berenang ke tebing. Dua cara ini sama-sama memiliki risiko yang berbeda

Dua cara itu membuat nelayan bisa saja tergelincir di batu dan terhempas ombak besar. Mereka sering kali ditemukan tak sadarkan diri dan tenggelam. Beberapa di antaranya kembali dengan kaki yang patah atau luka parah.


"Ketika Anda memburu percebes dan terjatuh, Anda kemungkinan besar akan terluka atau terbunuh. Ada banyak kasus penyelam yang jatuh pingsan dan tenggelam. Yang beruntung' lolos dengan lengan atau kaki patah," kata penyelam João Rosário, seperti diberitakan Oddity Central.

Kini, pemerintah Portugal sudah mengatur nelayan yang boleh menangkap Lucifer Fingers. Setiap tahunnya hanya ada 80 penyelam yang diberi izin untuk menangkap bintang itu dengan kuota maksimum 15 kg per hari. Meski sudah diatur, tetap saja ada pemburu liar yang nekat mengambil Lucifer Fingers. (ptj/chs)