Beda Lebam Pascaoperasi dan Pemukulan

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 04/10/2018 08:41 WIB
Beda Lebam Pascaoperasi dan Pemukulan Ilustrasi operasi plastik (Istockphoto/GMint)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktivis Ratna Sarumpaet mengaku telah menjalani prosedur sedot lemak atau liposuction di bagian pipi kiri. Prosedur itulah yang menimbulkan lebam di wajahnya sebagaimana telah ramai diperbincangkan.

Sebelumnya, publik sempat diramaikan oleh kabar pengeroyokan Ratna Sarumpaet dari foto wajah lebamnya yang beredar viral.

Lebam atau pembengkakan wajar dialami oleh mereka yang menjalani prosedur operasi plastik. Namun, lebam akibat pemukulan dan operasi plastik kerap sulit dibedakan.



Secara umum, lebam akibat operasi plastik akan lebih terarah. Hal itu berbeda dengan lebam akibat pemukulan yang tak terarah.

"Mau bedah plastik, onkologi, umum, semuanya, memotong itu ada arahnya yang jelas. Kalau lebam karena trauma (pemukulan) itu kita tak bisa milih (arahnya)," ujar Wakil Ketua Perhimpunan Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (Perapi), dr Irena Sakura Rini, saat ditemui di Klinik Beyoutiful, Jakarta, Rabu (3/10).

Wajah lebam Ratna Sarumpaet.Wajah lebam Ratna Sarumpaet. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Lebam, lanjut Irena, merupakan proses inflamasi dan bagian dari proses penyembuhan. Istilah umum dari lebam akibat operasi disebut pembengkakan.

Menurut Irena, bengkak karena operasi dapat diprediksi lamanya, termasuk kapan jahitan bisa dibuka.


"Tak perlu khawatir dengan lebam akibat pembedahan. Enggak perlu takut karena ada dokter yang memberikan arahan, edukasi, serta obat yang perlu dikonsumsi," imbau Irena.

Penyembuhan lebam pascaoperasi

Proses penyembuhan setelah prosedur bedah plastik dijalani tak sampai membuat pasien tidak bisa beraktivitas. Pasien dapat kembali beraktivitas normal selama mengikuti anjuran dokter yang menangani.

Irena menyarankan agar pasien menghindari makanan yang dapat memicu alergi, istirahat cukup, dan menjaga luka jangan sampai basah.

"Jangan obati luka sendiri. Biasanya dokter akan memberikan salep antibiotik," pungkas Irena. (els/asr)