Ahli Bedah Plastik: Oplas Tak Bisa Dilakukan Sembarangan

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 03/10/2018 20:51 WIB
Ahli Bedah Plastik: Oplas Tak Bisa Dilakukan Sembarangan operasi plastik (Istockphoto/loonger)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktivis Ratna Sarumpaet mengakui bahwa dirinya telah berbohong soal penganiayaan. Dalam sebuah konferensi pers, Ratna berkata bahwa dirinya menjalani prosedur sedot lemak di pipi kiri. 

Ia mengakui bahwa pada Jumat (21/9) ia bertandang ke rumah sakit khusus bedah. Di sana Ratna menemui dokter ahli bedah plastik. 

"Kedatangan saya ke situ karena kami sepakat dia menyedot lemak pipi kiri," kata Ratna.



Publik sebelumnya sempat dihebohkan dengan foto wajah Ratna yang lebam. Bahkan beberapa tokoh politik sempat mencuitkan keprihatinan atas kejadian nahas yang menimpa Ratna. 

Ditemui di Klinik Beyoutiful, Pakubuwono, Jakarta Selatan, Dokter Irena Sakura Rini, Wakil Ketua Perhimpunan Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (Perapi) menuturkan bahwa lebam pascaprosedur bedah plastik merupakan sesuatu yang wajar. Daripada lebam, dirinya lebih memilih istilah pembengkakan. Pembengkakan pun wajar terjadi pada prosedur sedot lemak atau liposuction

Prosedur liposuction tidak bisa sembarangan dilakukan. 

"Dokter akan melakukan pengecekan body mass index. Dilihat di bagian tubuh mana ada lemak yang menumpuk," kata Irena saat ditemui pada Rabu (3/10). 

Lebih lanjut lagi ia menjelaskan bahwa proses penyedotan lemak tidak boleh dilakukan langsung secara menyeluruh.

Per bagian tubuh dengan tumpukan lemak memiliki maksimal jumlah lemak yang bisa disedot. Artinya, jika bobot tubuh dari 100 kg tak bisa langsung disedot lemak sampai ke bobot 60 kg, melainkan harus dilakukan bertahap.

Penyedotan akan dilakukan secara bertahap dari titik-titik penumpukan lemak misalnya, bagian abdomen disedot sebanyak 5 persen saja, kemudian bagian lain sekian persen tergantung hasil pengecekan. 

"Tumpukan lemak itu juga bisa di bagian wajah misal pipi, dagu juga leher," imbuhnya. 

Irena berkata, bengkak umum terjadi pascaoperasi seperti yang dialami oleh Ratna. Namun, untuk downtime atau waktu penyembuhan hingga pulih total biasanya memakan waktu hingga enam bulan. 

"Kalau ingin mengulang sedot lemak lagi paling aman di atas dua tahun," ucapnya. 


Tren operasi plastik di Indonesia

Prosedur operasi plastik populer di Indonesia sejak sekitar 2004-2005. Wanita memang memiliki permintaan prosedur operasi yang beragam mulai dari operasi payudara, liposuction, juga memperbaiki bentuk wajah mulai dari hidung, mata dan bibir. 

Sementara itu Tompi, penyanyi sekaligus dokter spesialis bedah plastik juga mengamini penjelasan Irena.

Rata-rata 'masalah' orang Asia berkisar pada bentuk tubuh, payudara, mata, bibir, dagu, hidung, dan distribusi lemak. 


Maraknya tren operasi plastik di Indonesia ini ternyata juga diakui Tompi untuk mengubah cara pandang orang terhadap prosedur ini.

Jika dulunya, orang yang melakukan operasi plastik cenderung malu mengaku kalau dia melakukan operasi, maka kini banyak orang yang malah merasa 'bangga' operasi plastik.

Bahkan ia menemukan bahwa orang begitu terbuka soal operasi plastik. Terbukti pada pasiennya yang menginginkan Live Instagram saat konsultasi. 

"Dulu enggak ada media sosial. Dulu orang malu operasi plastik. Sekarang orang konsultasi pakai Live Instagram. Saya bingung dan saya enggak nyaman. Ini gila ya orang-orang. Sekarang bergeser. Ada yang seneng, bengkak-bengkak malah diposting kan orang takut," ujarnya. (els/chs)