Ini adalah soal gigolo alias pria pemuas seksual para wanita.
Di kota ini, terdapat sebuah area yang dikenali sebagai pasar gelap untuk pria sewaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Boldsky, meskipun bisnis ini terselubung dan ilegal, namun mereka punya cara kerja yang sistematis. Pria-pria yang disewa dan mendapatkan bayaran ini membagi pendapatannya dengan 'agennya.'
Berdasarkan laporan media setempat, para perempuan calon penyewa bisa dengan mudah mengenali calon pria sewaan di 'pasar' tersebut. Para pria sewaan diidentifikasi karena mereka memakai scarf yang diikat di lehernya. Ini adalah identitas mereka.
Bisnis seks di 'pasar gigolo' tersebut dimulai pukul 21.00 sampai 04.00 pagi waktu setempat.
Namun, beberapa pria sewaan juga kerap mengiklankan dirinya lewat iklan di media sosial. Ada beberapa yang mengiklankan dirinya sebagai pria sewaan, tapi ada juga yang tak terang-terangan mengaku.
Jebakan 'pengawal pria'
Bisnis yang melibatkan seks dan iming-iming uang banyak ini pun banyak mengundang minat kaum pria di India. Mereka tergiur dengan kemudahan mendapat uang banyak dengan cara yang mudah.
Banyaknya 'lowongan' untuk menjadi pria sewaan yang diiklankan terang-terangan, mengundang minat para pria India. Dengan berbagai alasan, mereka pun langsung mendaftarkan dirinya untuk bergabung di 'klub pria sewaan.'
Lihat juga:Waspada Sekte Seks Berkedok Pusat Yoga |
Namun dengan kedok jadi pria sewaan, banyak pria yang justru masuk jebakan dan menjadi ladang peras bagi para penipu.
Mengutip Daily Mail, seorang pria berusia 26 tahun yang berprofesi sebagai sales mobil menjadi korban jebakan tersebut.
Dalam bayangannya, dia akan bekerja untuk mengawal tamu-tamu India atau tamu asing yang datang ke India. Alih-alih berharap dapat uang banyak dan cepat untuk bayar utang, dia justru diculik penipu.
Penculik pun meminta tebusan kepada keluarganya.
Lain cerita Sohail Hasmi, seorang penjual ponsel di Palika Bazar. Dia terjebak dengan iming-iming uang banyak dengan memijat klien papan atas di Delhi Selatan.
"Hasmi menghadiri sebuah pernikahan baru-baru ini dan dia menghabiskan uang lebih dari 25 ribu rupee. Ini adalah uang pinjaman," kata seorang perwira polisi.
"Gajinya hanya 10 ribu rupee, dan dia berpikir untuk menjadi pengawal pria dan berharap dibayar 25 ribu rupee per malam."
Tanpa pikir panjang, Hashmi pun menghubungi nomor telepon di kontak tersebut. Dia pun diberitahu harus pergi ke kota lain untuk mendaftar, setelah itu dia akan diberi nama dan alamat klien pertamanya.
Ketika sampai di kota tujuan, dia pun dipukuli dan diculik. Keluarganya pun dimintai tebusan dengan harga tinggi. (chs)