Deteksi Dini Kanker Paru yang Diderita Istri Indro Warkop

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 10/10/2018 13:47 WIB
Deteksi Dini Kanker Paru yang Diderita Istri Indro Warkop Ilustrasi kanker paru (Sutopo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Istri pelawak Indro Warkop, Nita Octobijanthy, mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa (9/10) malam. Nita meninggal dunia akibat mengidap penyakit kanker paru-paru yang sudah dideritanya sejak tahun lalu.

Saat diketahui pada Agustus 2017, penyakit kanker paru itu sudah tergolong berat lantaran tak terdeteksi secara dini.

Berdasarkan laporan dari American Cancer Society, kebanyakan kanker paru kerap diketahui terlambat. Penyakit itu diketahui ketika sel kanker telah menyebar luas dan berada pada stadium lanjut. Kondisi ini membuat kanker paru-paru kian sulit disembuhkan.



Namun, beberapa waktu terakhir, para ahli telah menemukan beberapa cara untuk mendeteksi kanker paru-paru pada orang berisiko terkena penyakit ini. Mulai dari pengenalan gejala hingga tes skrining dapat medeteksi dini keberadaan kanker paru-paru.

Orang-orang yang berisiko tinggi terkena kanker paru-paru meliputi perokok aktif dan pasif, terpapar polusi udara, terpapar gas radioaktif radon, terpapar asbes, konsumsi arsenik pada air, dan riwayat penyakit di keluarga. Orang-orang ini dianjurkan untuk mengurangi paparan dan rutin memeriksakan kesehatan.

Saat kanker paru-paru mulai menyerang, berbagai gejala awal akan muncul. Gejala-gejala itu di antaranya batuk disertai dahak berwarna atau darah dan nyeri dada ketika bernapas panjang, batuk, atau tertawa.

Indikasi lain seperti suara serak, berat badan turun drastis diikuti nafsu makan hilang, badan merasa lelah, serta infeksi bronkitis yang tak kunjung sembuh juga akan muncul. Jika beberapa gejala ini dirasakan, segera periksakan diri secara medis.


Pada stadium lanjut, kanker paru menyebar ke organ-organ lain. Hal itu dapat menyebabkan nyeri tulang, perubahan sistem saraf, menguningnya kulit dan mata ketika sel kanker menyebar ke liver, dan benjolan di kelenjar getah bening.

Beberapa kasus kanker paru-paru dapat terdeteksi melalui tes kesehatan yang banyak tersedia. Para ahli juga menyarankan untuk melakukan tes skrining yang dikenal dengan dosis rendah CAT scan atau CT scan (LDCT).

Selain itu, deteksi dini juga bisa dilakukan dengan melakukan skrining pada orang berusia 55 hingga 74 tahun dengan kondisi merokok atau berhenti merokok dalam 15 tahun dan merokok 30 bungkus setiap tahunnya. (ptj/asr)