Panas soal Khashoggi, Pangeran Saudi Diundang Bekraf ke Bali

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 20/10/2018 11:19 WIB
Panas soal Khashoggi, Pangeran Saudi Diundang Bekraf ke Bali Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dikabarkan bakal menghadiri acara 'World Conference on Creative Economy' di Bali. (Foto: OSCAR DEL POZO / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dikabarkan bakal menghadiri acara 'World Conference on Creative Economy' di Bali November mendatang, di tengah isu dugaan menjadi dalang kematian wartawan Jamal Khashoggi.

Informasi ini diketahui berdasarkan poster acara yang dibagikan pihak penyelenggara dan tersebar di media sosial, bahwa Salman akan hadir sebagai salah satu pembicara dalam acara yang dilangsungkan 6-8 November di Nusa Dua Convention Center Bali.


Selain Pangeran Salman, deretan pembicara yang akan hadir di acara ini yakni Penulis Orange Economy Book Felipe Buitrago Restrepo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, CEO dan Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya, Dosen Monash University Xin Gu, dan lainnya.


Acara ini akan dibuka Presiden Indonesia Joko Widodo yang diikuti sambutan oleh Kepala Bekraf Triawan Munaf dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Sementara di tengah informasi kunjungannya ke Indonesia bulan depan, belakangan Pangeran Salman diduga menjadi dalang kematian Khashoggi.

Bekraf Undang Pangeran Arab Saudi Foto: BEKRAF

Dugaan Aksi

Dugaan itu sempat diungkapkan Mantan Kepala Badan Intelijen Inggris MI6 Sir John Sawers baru-baru ini, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa dugaan Khashoggi tewas dan konsekuensinya bagi Arab Saudi akan 'berat' jika para pemimpinnya ditemukan menjadi dalang di balik pembunuhan yang dituduhkan kepadanya.

"Saya pikir Presiden Trump dan tim kementeriannya sadar betapa berbahayanya jika orang bertindak dengan perasaan bahwa mereka memiliki kekebalan dalam hubungan mereka dengan Amerika Serikat," kata Sawers.


"Jika terbukti, dan tampaknya sangat mungkin terjadi, bahwa [Pangeran Muhammad] memerintahkan pembunuhan jurnalis, itu adalah langkah yang terlalu jauh; yang harus ditanggung oleh Inggris, UE dan AS."

Berdasarkan keterangan polisi Turki, pada hari yang sama dengan hilangnya Khashoggi, 15 warga Arab Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat ketika dia masih berada di dalam.

Baru-baru ini, pemerintah Arab Saudi menyatakan bahwa wartawan Jamal Khashoggi telah meninggal dunia di dalam kantor konsulat di Istanbul, Turki.


Pihak kerajaan Arab Saudi juga menyatakan telah memecat dua pejabat senior yakni Saud al-Qahtani dan Ahmed Asiri yang diketahui terlibat dalam peristiwa tersebut. Pengakuan ini muncul setelah beragam penyangkalan dari pihak pemerintah Saudi terkait hilangnya Khashoggi selama dua pekan terakhir.

Jaksa penuntut umum Arab Saudi mengatakan sebelum meninggal dunia, Khashoggi terlibat dalam perkelaian dengan sejumlah orang yang ditemuinya di kantor konsulat. Pemerintah Saudi memastikan pihaknya tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kasus ini.

"Investigasi masih berlangsung dan 18 orang saat ini telah diamankan," ungkap pernyataan resmi seperti dilaporkan Reuters.
(asa)